Penguntit V BTS Dikhawatirkan Bertindak Keji seperti Kasus Delusi Cinta yang Berujung Pembunuhan

Warga Korea Selatan mengkhawatirkan bahwa kasus penguntitan V BTS dapat berujung ke pembunuhan seperti pernah terjadi sebelumnya.
KPOPCHART.NET - Belum lama ini, V BTS harus menghadapi tingkah kurang menyenangkan dari penguntit yang mencoba mengganggu privasi sang idol.
Penguntit tersebut diketahui adalah seorang wanita berusia 30-an yang tiba-tiba masuk ke lift bersama V BTS.
Setelah masuk, wanita tersebut memanggil nama V BTS dan memaksa Kim Taehyung untuk menandatangani surat pernikahan.
Mencoba kabur dari tempat kejadian, pelaku penguntitan tersebut berhasil ditangkap polisi dan akan dilakukan proses penyidikan.
Hingga saat ini, terdapat kecenderungan kuat yang menganggap hal tersebut hanyalah kejadian yang disebabkan oleh oknum penggemar biasa, dan hal itu tidak berdampak besar.
Namun, belakangan ini nampaknya terjadi perubahan persepsi masyarakat Korea. Peristiwa yang menjadi pemicunya adalah kasus pembunuhan penguntit di Stasiun Sindang (Jung-ku, Seoul) yang terjadi pada September 2022.
Ini adalah kasus seorang wanita yang telah dikuntit selama hampir tiga tahun oleh seorang pria. Wanita tersebut akhirnya dibunuh secara brutal di dalam gedung stasiun kereta.
Pelakunya adalah seorang karyawan laki-laki yang telah menguntitnya berulang kali. Korban yang mengalami penguntitan dan ancaman melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada Oktober 2021.
Pria yang memiliki dendam terhadapnya terlanjur memutuskan untuk melakukan kejahatan tersebut. Ujung-ujungnya, nyawa perempuan berusia 28 tahun itu direnggut dengan cara yang mengenaskan.
Baca Juga: V BTS Buat ARMY Menangis Setelah Katakan Hal Ini di Postingan Weverse, Netizen: Dia Sangat..
Setelah kejadian ini, kritik di masyarakat Korea Selatan terfokus pada tanggapan polisi yang terkesan tidak niat menindak kasus penguntitan.
Faktanya, polisi yang menerima laporan dari korban tidak menahan pria tersebut karena dinilai tidak ada risiko menghancurkan barang bukti atau melarikan diri, dan bertindak seolah-olah mendorong penyelesaian damai antara kedua pihak.
Pria tersebut terus menghubungi wanita tersebut dengan dalih untuk menyelesaikan masalah, namun polisi tidak secara aktif menghentikannya.
Pembunuhan ini mungkin bisa dicegah jika polisi mengambil pendekatan yang lebih proaktif dalam penyelidikan.
Pakar psikologi kriminal Korea menunjukkan bahwa ada kemungkinan besar bahwa penguntitan akan berkembang menjadi kejahatan yang lebih besar.
Kim Sung Hee, seorang profesor di Akademi Kepolisian Nasional Korea, menyebutkan bahwa penguntitan dapat menyebabkan pembunuhan balas dendam yang direncanakan.
Penelitian telah mengungkapkan bahwa ketika pembunuhan dilakukan terhadap seseorang yang diyakini memiliki hubungan dekat, tingkat kejahatan berencana akan menjadi tiga kali lebih tinggi dibandingkan pembunuhan biasa.
Profesor Lee Eun Hyuk dari Universitas Konkuk juga memperingatkan, "Orang yang memiliki delusi cinta yang kuat akan mencoba menundukkan orang lain dengan kekerasan ketika mereka menghadapi situasi di mana mereka ditolak.'' .
Pendapat-pendapat inilah yang menjadi alasan mengapa ARMY tidak boleh mengabaikan insiden V BTS kali ini. Karena jika menganggapnya sebagai insiden yang dilakukan oleh penggemar, ada potensi besar untuk berkembang menjadi kejahatan lebih lanjut.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.