Media Asing Soroti Alasan Mengapa Boy Group Generasi Ke-4 Sulit Masuk Chart: Stray Kids dan NCT...

Media asing soroti alasan mengapa Charts didominasi oleh Girl Group, dan mengapa boy group cenderung kalah dalam persaingan tangga lagu...
KPOPCHART.NET - Media asing bahas alasan mengapa boy group K-Pop generasi keempat mulai memudar akhir-akhir ini.
Dan bahkan mereka dianggap tak mampu untuk bersaing dengan para girl group K-pop di peringkat tangga lagu domestik.
Apakah era grup pria generasi keempat sudah habis atau memang masyarakat lebih suka dengan grup wanita saat ini?
Baca Juga: SM Entertainment Sukses dengan Artis Barunya, Media Asing Soroti Nasib Fx: Penganiayaan...
Menurut media asing, alasan mengapa boy group generasi ke-4 jarang dan atau sulit masuk charts adalah karena konsep dan gaya musik mereka.
Berbeda dengan grup pria dari generasi terdahulu, saat ini boy group gen 4 lebih cenderung pada genre musik yang kuat dan noise atau berisik!
Genre noise sendiri adalah salah satu sub-genre yang paling menarik dan terpolarisasi dalam industri musik K-Pop.
Baca Juga: Heboh! Jungkook BTS Unggah Video Shirtless Di Akun TikToknya, Netizen : Apakah Dia Mabuk?
Genre noise ditandai dengan beat drop yang agresif dan keras serta instrumental yang sesuai dengan intensitas dan kekuatan tarian.
Genre ini menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, dengan banyak artis K-pop yang menyandang gelar musik noise telah mendapatkan banyak pengikut dan juga menimbulkan keheranan di kalangan komunitas.
Meskipun genre ini merupakan tambahan yang relatif baru dalam lanskap K-Pop, genre noise telah meninggalkan dampak jangka panjang pada industri ini.
Banyak artis yang memanfaatkan genre ini untuk menampilkan gaya dan suara unik mereka, dan kini telah menjadi hal yang pokok di kancah K-Pop.
Namun, kekhawatiran muncul mengenai potensi penggunaan dan dominasinya yang berlebihan dalam industri musik, dengan grup seperti Stray Kids dan NCT dikenal mengadopsi gaya musik ini.
Meskipun genre noise telah mendapatkan basis penggemar yang kuat dan banyak pengikut, genre ini juga diduga telah mengasingkan penggemar K-Pop tradisional.
Sifatnya yang tidak konvensional dapat menghambat daya tariknya yang luas, sehingga mengakibatkan basis penggemar terpecah.
Perpecahan ini tercermin dalam tangga lagu Korea Selatan, di mana genre noise sering kali kesulitan mendapatkan penerimaan arus utama, sehingga berkontribusi terhadap perpecahan dalam komunitas musik.
Hal ini menyebabkan beberapa boy group gagal mengamankan posisi teratas di tangga lagu Korea Selatan sejak genre ini meningkat.
Situs komunitas online menunjukkan bahwa masyarakat menjadi selektif terhadap musik boy group akhir-akhir ini.
Salah satu kritik utama terhadap genre kebisingan adalah bahwa genre ini bisa menjadi terlalu agresif dan membebani masyarakat umum, dengan beberapa orang menganggap musiknya terlalu "keras" sehingga sulit untuk dinikmati.
Selain itu, beberapa kritikus berpendapat bahwa genre ini kurang memiliki kedalaman musik, dan terlalu mengandalkan instrumentalnya yang intens.
Baca Juga: Seorang Dancer Profesional Asal Jepang Ini Disebut Mirip Jisoo BLACKPINK, Netizen: Tunggu...
Terlepas dari semua kritik tersebut, genre noise terus berkembang di bidang K-pop.
Banyak artis yang menggunakan gaya ini, menciptakan beberapa lagu mereka yang paling tak terlupakan.
Namun, yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah genre ini akan mempertahankan popularitasnya atau perlahan-lahan menghilang.
Baca Juga: Hadir di Acara yang Sama, Momo TWICE dan Yoona SNSD Lakukan Interaksi Lucu: Dua Visual...
Bagaimana menurut kamu?

















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.