SM Entertainment Sukses dengan Artis Barunya, Media Asing Soroti Nasib Fx: Penganiayaan...

SM dianggap gagal dalam mempromosikan FX, bahkan kematian mendiang Sulli dianggap ada kaitannya dengan perlakuan agensi terhadap grupnya
KPOPCHART.NET - fx adalah girl group Korea Selatan yang cukup populer, mereka memulai debutnya pada tahun 2009 silam di bawah naungan SM Entertainment.
Grup wanita ini terdiri dari lima anggota yakni; Victoria, Amber, Luna, Krystal, dan mendiang Sulli.
Dengan cepat fx mendapatkan popularitas karena gaya musik unik dan kepribadian mereka yang mengesankan.
Baca Juga: MeU Murka! Seorang Reporter Bertanya Pada Krystal Tentang Mending Sulli: Tidak Sopan...
Namun, di balik kemewahan dan kesuksesan karier mereka, terdapat laporan penganiayaan yang dilakukan oleh perusahaan manajemen mereka, SM Entertainment.
Salah satu contoh penganiayaan paling signifikan terjadi pada tahun 2014 silam ketika Sulli mengumumkan hiatusnya dari grup karena kelelahan mental dan fisik.
SM Entertainment menghadapi kritik karena kurang mendukung kesejahteraan mendiang Sulli kala itu.
Baca Juga: Viral Bocah Asal Indonesia yang Dianggap Mirip Dengan Mendiang Sulli, Netizen : Matanya...
Rumor beredar bahwa perusahaan memaksanya untuk terus berpromosi meskipun kondisi mentalnya sedang tidak sehat.
Pernyataan perusahaan mengenai hiatus Sulli juga tidak jelas dan menambah kebingungan dan kekhawatiran.
Selain kasus mendiang Sulli, para anggota juga melaporkan adanya perlakuan tidak setara antar member.
Krystal diketahui menerima perlakuan istimewa, dengan aktivitas solonya dan kesepakatan dukungan, sementara anggota lainnya memiliki peluang yang kurang menguntungkan.
Khususnya Amber, dia pernah berbicara tentang rasa frustrasinya terhadap manajemen SM Entertainment.
Dia mengklaim bahwa perusahaan membatasi masukan kreatif dan aktivitas musiknya.
Baca Juga: Lagu Baru Jungkook BTS Disebut Menjadi Jawaban Untuk Lagu TWICE? Netizen : Perbedaan...
Selain itu, fx memiliki comeback yang terbatas dibandingkan grup SM Entertainment lainnya, dan promosi mereka sering kali dipersingkat.
Penggemar berspekulasi bahwa hal ini disebabkan oleh fokus SM Entertainment adalah mempromosikan grup pria dan wanita mereka yang lebih populer, seperti EXO dan Girls Generation.
Perlakuan buruk terhadap fx oleh SM Entertainment menyebabkan grup tersebut dibubarkan pada tahun 2019 lalu, setelah beberapa waktu tidak aktif akibat kematian tragis Sulli pada tahun 2018.
Penggemar mengkritik SM Entertainment atas penanganan mereka terhadap situasi tersebut dan karena tidak memberikan dukungan dan perlindungan yang cukup untuk Sulli fx.
Perlakuan buruk SM Entertainment terhadap grup fx juga berhasil menyoroti sisi gelap industri K-pop.
Meskipun penggemar dan publik sering kali hanya melihat citra idola favorit mereka yang dipoles, kenyataannya banyak grup K-pop menghadapi tekanan dan pengawasan ketat dari perusahaan manajemen mereka.
Kasus fx menjadi pengingat bahwa kesejahteraan para idola harus selalu menjadi prioritas utama dan perusahaan manajemen harus bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Bagaimana menurut kamu?

















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.