Pro dan Kontra, Trend Fashion Tanpa Celana yang Dilakukan LE SSERAFIM, BLACKPINK, dan GIDLE Curi Perhatian Netizen!

Turut serta lakukan trend fashion tanpa celana, LE SSERAFIM, BLACKPINK, dan GIDLE curi perhatian netizen serta tuai pro dan kontra!
KPOPCHART.NET – Baru-baru ini, trend fashion tanpa celana sedang naik daun di kalangan girl group Kpop.
Girl group Kpop yang mengiuti trend fashion tanpa celana seperti LE SSERAFIM, BLACKPINK, dan GIDLE.
Trend fashion tanpa celana yang dilakukan LE SSERAFIM, BLACKPINK, dan GIDLE menuai perdebatan.
Dikutip dari KBIZoom, trend fashion tanpa celana/bawahan melanda dunia mode pada tahun 2010-an.
Trend fashion tanpa celana adalah perpaduan atasan yang longgar dengan bawahan pendek nyaris tak terlihat atau hilang.
Selain LE SSERAFIM, BLACKPINK, dan GIDLE, beberapa aktirs Korea Selatan seperti Han So Hee dan Moon Ga Young juga mengikuti trend fashion tersebut.
Namun, trend fashion tersebut memunculkan beragam reaksi dari publik yang menimbulkan perbedaan pendapat.
Perbedaan pendapat tersebut terdiri dari kebebasan berekspresi dan kritik karena memperlihatkan bagian tubuh yang berlebihan.
Seperti contohnya GIDLE dengan lagu terbarunya yang berjudul “Super Lady” menuai pro dan kontra karena outfit yang mereka kenakan.
Begitu juga dengan LE SSERAFIM yang memperlihatkan vibes terbaru mereka melalui trailer lagu terbaru dengan judul “Good Bone”.
Pada trailer tersebut kim Chaewon dan Yunjin mengenakan jaket dengan bawahan hanya berupa pakaian dalam.
Pejabat industri hiburan mengatakan, “Tidak bisakah mereka menyampaikan pesan tanpa banyak mengekspos diri mereka sendiri.”
Baca Juga: EXO-L Catat Rekor 1 Miliar Revenue Produk Brand Lokal dalam Sekali Live: Ini Hukum Timbal Balik...
“Karena fandom idola sebagian besar adalah remaja, kita perlu memeriksa seberapa banyak mereka mengekspos diri mereka,” sambung pejabat industri hiburan.
Kritikus musik Kang Tae Kyu juga berpesan, “Semua bisnis hiburan, termasuk musik dan fashion, sudah mulai tervisualisasi. Kita perlu melihatnya sebagai produksi itu sendiri.”
“Kalau hanya bertujuan sensasional, akan mendapat penilaian dingin,” sambungnya.
“Tidak ada alasan untuk menganggap (tanpa celana) sebagai kompetisi eksposur. Kita perlu fokus pada pesan di baliknya,” ujar Kang Tae Kyu.
Bagaimana menurut kalian?

















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.