Fakta Menarik Seputar Berat Badan di Korea Selatan, Jumlah Obesitas Cenderung Meningkat

Media Korea menyoroti, satu dari tujuh wanita berat badan kurang dan normal masih berkeinginan untuk menurunkannya lagi. Berikut infonya…
KPOPCHART.NET - Pertanyaan seputar berat badan di Indonesia sedikit sensitif. Berbeda dengan negara yang terkenal akan Korean Pop.
Penuturan warga asing yang memutuskan tinggal di Korea Selatan menyampaikan ke The Korea Times, dirinya sering kali diberi masukan perihal berat badannya.
Kamu akan tampak baik jika menurunkan berat badan atau sejenisnya. Setelahnya merawat kulit, hingga meluruskan rambutnya.
Sebagai stereotipe, anggapan mengenai kurang bisa merawat diri, tak jarang diterima orang yang memiliki berat badan berlebih.
Baca Juga: Tolak Tawaran, Ji Chang Wook Gagal Main di Drama Praying Mantis, Ini Kata Agensi!
Berikut, fakta seputar berat badan di Korea Selatan
1. BMI berbeda dengan standar global
Di Korea Selatan seseorang dikatakan obesitas saat body mass index (BMI) 25. Digolongkan pada fase pertama (25-29), ke-dua (30-34), dan ke-tiga angkanya 30 atau lebih.
Standar global, orang dikatakan obesitas jika BMI-nya 30 atau lebih.
Di antara negara-negara OECD Korea Selatan menempati urutan terendah ke-2 jumlah penduduk obesitasnya, setelah Jepang.
Angkanya berkisar 5,9 %, sedangkan data yang di rilis pemerintah Korsel mencapai 37,1 %.
Pada akhirnya Korea Selatan memang mengalami peningkatan obesitas.
Di masa lalu, mayoritas warganya mengonsumsi biji-bijian dan sayur-mayur. Tetapi perubahan konsumsi terjadi, terbukti dengan meningkatkan konsumsi daging dan makanan berlemak.
Standar kecantikan "tinggi langsing" bagi wanita memengaruhi angka obesitas cenderung stagnan. Pada 2001 angkanya 27,4 % sementara 2021 turun menjadi 26,9 %.
Tetapi, bersumber dari The Korea Herald satu dari tujuh wanita Korea berumur 20-an dikategorikan underweight dan masih berupaya menurunkan berat badannya.
Lain halnya pada pria, obesitas cenderung meningkat. Antara 2001 dan 2021 meningkat hingga 14,5, BMI-nya mencapai 46,3.
Standar BMI Korea Selatan mengacu pada penelitian oleh KSSO.
Resiko kesehatan orang Asia Timur cenderung meningkat, jika BMI mencapai 25.
2. Standar Korea Selatan berat bagi warga asing
Sempat disingung sebelumnya, bagi warga asing yang memutuskan tinggal di Korea, standar yang diterapkan rasanya mustahil digapai.
Baca Juga: Dinilai Tak Cocok, Sandara Park Ungkap Jika Awalnya Ditentang untuk Masuk 2NE1 oleh Perusahaan
Dilansir dari The Korea Times, Matthew Kenworthy (28), ia mulai merasa bersalah setelah selesai makan.
Kemudian memutuskan menunda (skip) makan, dan lebih sering minum kopi dan merokok.
Ia menanamkan pada dirinya, semua orang juga melakukan hal yang sama.
Saat makan malam bersama teman-temannya, setelah selesai Ia memutuskan memuntahkan kembali. Ini merupakan awal mulanya.
Tanpa sadar, hal tersebut berlanjut hingga satu minggu sekali. Sampai tidak terasa dirinya melakukannya tiap hari.
3. Angin segar, munculnya "Geongangmi"
Pada 2022, muncul trend wanita ber-mucsles yang tampak kuat dan atletis.
Dikenal sebagai "Geongangmi" atau "Healthy Beauty", salah satunya solois Hyolyn.
Healthy beauty ini terkenal di kalangan millenial dan generasi Z, diumur 20-an mereka memilih pergi ke gym.
Koo Hyun-kyung (29), pengelola pusat kebugaran mengatakan kepada The Guardian, saat ini keinginan client-nya berubah.
Pergi ke-gym itu untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan hanya menurunkan berat badan.
4. Pakaian satu ukuran
Mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Korea Selatan mengaku kesulitan memperoleh pakaian.
Di toko baju tertulis "One size atau Free size", bukan berarti untuk semua ukuran. Maknanya pakaian di toko tersebut berukuran sama.
Mayoritas pakaian berukuran small.
Alternatifnya, mereka membeli di brand pakaian western yang membandrol harga jauh lebih mahal.
Ahli menjelaskan pada Korea JoongAng Daily, bahwa masyarakat Korea merasa tidak puas dengan tubuh mereka
Standar kecantikan terus didukung media, serta pengaruh lingkungan sosial dan sejarah.
Baca Juga: Band Rock FTISLAND Siap Bertemu Penggemar Indonesia Lewat Tur Konser HEYDAY di Jakarta!
5. Diet di Korea
Bersumber dari Korea JoongAng Daily, makna diet di korea lekat dengan membatasi asupan makanan atau bahkan tidak makan sama sekali.
Masih dari perspektif pelajar asing, mereka menuturkan mudah bagi orang yang ingin diet jika di Korea.
Makanan Korea memiliki karakteristik makanan sehat. Ditambah banyaknya restoran di sana menuliskan kalori di samping menu makanan.











Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.