← Back to Blog
RamyeonsamyangKorea SelatanMie Instan

Ramyeon Meokgo Gallae? Fakta Menarik Seputar Mie Instan Korea Selatan, Penjualannya Mencapai Rekor

Tiara Dwi Krisjayanti · January 8, 2024
Ramyeon Meokgo Gallae? Fakta Menarik Seputar Mie Instan Korea Selatan, Penjualannya Mencapai Rekor

Baru-baru ini banyak media Korea memberitakan penjualan Ramyeon mencapai rekor di 2023. Berikut fakta-fakta menarik seputar Ramyeon.


KPOPCHART.NET - Ramyeon Meokgo Gallae? ungkapan umum di drama Korea yang memiliki makna intimate. Bukan sekedar menawarkan makan ramyeon bersama.

Kali ini bukan menjelaskan ungkapan di atas. Tetapi membahas mie instan Korea Selatan yang biasa disebut "Ramyeon".

Semakin terkenalnya musik, drama, film, hingga program TV Korea Selatan, memengaruhi keinginan penonton mancanegara untuk mencicipi makanan khas hingga mie instannya "Ramyeon". 

Baca Juga: Lucu! Jungkook BTS Bagikan Resep Ramyeon Kepada Army Lewat Weverse

Ditambah Samyang challenge yang dikeluarkan salah satu merk Ramyeon. Menarik atensi pengguna sosial media YouTube hingga TikTok. 

Terdapat fakta-fakta menarik seputar Ramyeon: 

1. Beda persepsi antara Ramen dengan Ramyeon. 

Kata Ramyeon sebenernya merujuk pada  Ramen Jepang, tetapi jika ditelusuri lebih lanjut awal mulanya "La" artinya menarik dan "mian" berarti mie yang berasal dari China. 

Tetapi masyarakat Korea mempersepsikan Ramen merupakan mie yang ditemui di restoran Jepang dengan bahan-bahan fresh. 

Sedangkan Ramyeon merujuk pada mie instan dengan sayuran kering, berbumbu artificial yang dapat pula dijumpai di restoran, tetapi mienya telah dikemas. 

Baca Juga: Akhirnya Dibintangi Jin BTS, Ottogi Jin Ramyeon Ludes Terjual di Berbagai Belahan Dunia!

2. Penjualan Ramyeon mencapai rekor

Baru-baru ini beberapa media Korea menginfokan mengenai penjualan Ramyeon sepanjang 2023, mencapai rekor. 

Penjualan ekspor mencapai $952 juta, meningkat hingga 24,4 % dibandingkan tahun 2022.

Ramyeon menempati urutan ke-2 makanan Korea Selatan favorit masyarakat internasional. Makanan pilihan pertama merupakan Korean-style fried chicken

Perusahaan Ramyeon terkemuka di Korea Selatan telah memproduksi di luar Korea, tepatnya di US.

Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan Ramyeon di luar negeri.

Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Dirumorkan Join dengan Biomom Perusahaan Makanan Sehat, Netizen Pro-Kontra: Itu Bidang Berbeda...

Merujuk dari The Straits Times, permintaan atas Ramyeon di luar negeri sangat tinggi seperti di China, US, Jepang, Belanda, Malaysia, hingga Filipina.

Indonesia sendiri bukan termasuk 10 besar negara yang mengimpor Ramyeon. 

Ramyeon juga dikenal secara global karena populernya film "Parasite" di 2019. Mie yang dijuluki jjapaguri.

Chapagetti dan Neoguri, perpaduan dua jenis mie instan milik perusahaan Ramyeon terkemuka di Korea Selatan 'NongShim'.

3. Brand terkemuka Ramyeon Korea Selatan diplagiat oleh perusahaan China

Pada tahun lalu perusahaan China dipastikan memplagiat produk-produk Ramyeon Korea Selatan dan diadili di pengadilan setempat. 

Perusahaan China membayar denda ke-4 perusahaan besar (CJ Cheiljedang, Samyang, Daesang, dan Ottogi), dendanya antara 18 juta dan 37 juta won.

Memanfaatkan minat yang tinggi atas mie instan Korea, menyebabkan perusahaan China tersebut tergiur melakukan plagiat kemasan. 

Baca Juga: Pengaruh Jin BTS dalam Ramen yang Membintanginya Masuk Ke Peringkat 2 Analisis Minat Industri Makanan! 

Sehingga konsumen membeli produknya karena kemasan yang serupa.

 

4. Terdapat perpustakaan Ramyeon 

Bukan perpustakaan yang menyajikan Ramyeon.

Tetapi kumpulan produk mie instan yang dijual dalam satu convenience store.

Mie instan disusun di rak sepanjang 6 meter dengan tinggi 2,5 meter. 

Disana pembeli dapat menikmati experience membuat dan menyantap Ramyeon. 

Tidak hanya itu, convenience store menyediakan makanan pendamping mulai dari kimbap segitiga, sosis, hingga minuman kekinian Korea Selatan.

Setiap bulannya terjual 15.000 Ramyeon, angka ini 10 kali lipat lebih banyak dibanding penjualan di toko serba ada. 

62 % merupakan konsumen internasional yang datang ke Korea untuk berlibur.

Mereka tertarik karena melihat di drakor ataupun Idolanya gemar menyantap Ramyeon. 

Penyebab tingginya angka penjualan Ramyeon, karena pelancong selain makan di tempat mereka juga membeli Ramyeon sebagai oleh-oleh. 

Di convenience store tersebut disediakan alat memasak mie khusus yang sering kita lihat di drama Korea.

Source: Kpopchart (Promedia RSS)

Comments

Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.

Commenter account

Kim Chang MinNewsKorea Selatan

Alami Mati Otak, Penyebab Pasti Meninggalnya Sutradara Film Ternama Korea Selatan Ini Terungkap!

Zahra Safira · Apr 1, 2026
Alami Mati Otak, Penyebab Pasti Meninggalnya Sutradara Film Ternama Korea Selatan Ini Terungkap!

KPOPCHART.NET - Berita duka datang dari industri hiburan seni peran Korea Selatan, salah satu sutradara film ternama meninggal dunia.

Kim Chang Min, salah seorang sutradara film ternama meninggal dunia usai sempat mengalami pendarahan otak akibat penyerangan yang dialaminya.

Penyebab wafatnya telah dikonfirmasi pada 31 Maret 2026 kemarin lewat sebuah sumber bahwa pada 2025 lalu, sang sutradara mengalami penyerangan.

Penyerangan yang dialaminya tahun lalu tersebut membuat mendiang pingsan dan mengalami mati otak sebelum akhirnya wafat.

Kejadian bermula pada 20 Oktober 2025 kemarin sekitar pukul 01.10 pagi waktu setempat di mana mendiang mengunjungi restoran di Guri, Gyeonggi, Korea Selatan.

Saat itu, mendiang tengah bersama anaknya dan sempat terjadi perselisihan dengan pelanggan lain hingga mendiang ditinju lalu pingsan.

Meski langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, ternyata terjadi keterlambatan signifikan sekitar satu jam saat proses pemindahan.

Mendiang kemudian dinyatakan mati otak dua minggu setelah kejadian tersebut dan meninggal dunia.

Tak sampai di sana, terungkap bahwa mendiang Kim mendonorkan organnya pada 7 November 2025 kemarin.

Mendiang Kim Chang Min berperan besar dalam berbagai project film mulai dari "Man of Will", "The Drug King", "Waiting for Rain", dan masih banyak lagi.

View & join comments
NetflixA Killer ParadoxKorea SelatanMalaysiaThailandSingapura

A Killer Paradox Berhasil Duduki Peringkat 4 Global di Netflix, Tertinggi di 11 Negara!

Henita Delicia J · Feb 12, 2024
A Killer Paradox Berhasil Duduki Peringkat 4 Global di Netflix, Tertinggi di 11 Negara!

KPOPCHART.NET - A Killer Paradox mengamankan peringkat 4 global di Netflix, memimpin di 11 negara.

Menurut penghitungan situs pemeringkatan layanan konten online FlixPatrol pada hari Senin tanggal (12/02), serial Netflix.

A Killer Paradox mencetak 354 poin pada hari Minggu tanggal (11/02), mengamankan tempat ke-4 di antara serial TV Netflix.

Baca Juga: Chen EXO Direncanakan Akan Merilis Lagu OST Ketiga untuk Doctor Slump!

Ini peringkat 1 di 11 negara di seluruh dunia, termasuk Korea Selatan, Bangladesh, Hongaria, India, Malaysia, Pakistan, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

A Killer Paradox didasarkan pada webtoon dengan judul yang sama oleh penulis Kkomabi dan menceritakan kisah tentang seorang pria biasa yang secara tidak sengaja mulai melakukan pembunuhan dan seorang detektif yang tanpa henti mengejarnya.

Serial ini disutradarai oleh Lee Chang Hee, yang dikenal dengan Strangers from Hell dan The Vanished Night.

Baca Juga: Hyeri Akan Jadi Peran Utama dalam Serial Thriller Misteri Pasangan Lesbi, Friendly Competition!

Choi Woo Sik berperan sebagai Lee Tang, seorang mahasiswa yang memiliki kemampuan untuk membedakan kejahatan setelah pembunuhan yang tidak disengaja.

Son Suk Goo berperan sebagai Detektif Jang Nan Gam, dilengkapi dengan intuisi dan naluri yang luar biasa

Lee Hee Joon berperan sebagai pengejar misterius Songchon yang mengejar Lee Tang dan Jang Nan.

Baca Juga: Staff TWICE Dinilai Berantakan Mengurus Media Sosial, Akhirnya Berbenah Diri di Promosi With YOU-th

Suasana tiba-tiba berubah dengan klip berita yang mengungkapkan bahwa korban pembunuhan pertama Lee Tang adalah seorang pembunuh berantai yang keji.

Narasinya, "Setelah membunuh, mereka ternyata 'pantas mati'. Saya membunuh dua orang, tapi tidak ada bukti," mengisyaratkan transformasi Lee Tang dari seorang pembunuh menjadi seorang penghukum.

Lee Tang menghadapi bayangannya sendiri yang menakutkan di cermin, "Pahlawan yang diutus Tuhan atau orang berdosa yang akan diadili?"

Tekad Lee Tang, "Bahkan jika tidak ada jawaban, ini adalah pilihanku," membangkitkan minat pada pengejaran berikutnya.

View & join comments
IndonesiaKorea Selatangen znetizen

Tren Remaja Gen Z Korea Selatan, Jadi Pedagang Kaki Lima, Netizen: Di Indonesia...

Yeni Anggraini · Feb 6, 2024
Tren Remaja Gen Z Korea Selatan, Jadi Pedagang Kaki Lima, Netizen: Di Indonesia...

KPOPCHART.NET – Baru-baru ini, sedang menjadi tren para Gen Z remaja Korea Selatan untuk berjualan kaki lima disorot netizen Indonesia.

Netizen Indonesia pun membandingkan dengan generasi Gen Z Korea Selatan dan Indonesia.

Banyak netizen Indonesia yang merasa takjub dengan tren para Gen Z Korea Selatan tersebut.

Baca Juga: Hyeri Bakal Bintangi Drama GL alias Lesbi, Netizen Ungkap Komentar Pro Kontra: Pada Standar Ganda...

Baru-baru ini, di negeri dimana para member BTS dilahirkan, sedang merebak sebuah tren berjualan.

Tren berjualan tersebut berasalah dari para Gen Z yang tanpa malu berjualan kaki lima alias di pinggir jalan.

Lee Do-hyeong (19), akhir-akhir ini disibukkan dengan mengelola sebuah kedai bungeoppang miliknya di Toegye-dong, Chuncheon-si.

Baca Juga: Hyeri Akan Jadi Peran Utama dalam Serial Thriller Misteri Pasangan Lesbi, Friendly Competition!

Dilansir dari Naver Gangwon Ilbo, Lee Do Hyeong bercerita awalnya ia hanya memiliki modal sebesar 500 ribu Won untuk memulai usaha tersebut.

Dari modal tersebut, ia berhasil meraup omset sekitar 3 juta Won setiap bulannya.

“Biaya awal untuk memulai hanya sekitar 500 ribu Won, namun penjualan bulanan dijamin setidaknya 3 juta Won,” kata Lee Do Hyeong.

Baca Juga: Tak Masuk List, Coldplay Kejutkan Penggemar Dengan Nyayikan Lagu Milik Jin BTS Selama Konser Hingga Buat Penggemar Terharu

Ia juga berencana akan menabung dari hasil tersebut untuk membuka usaha lain ketika ia keluar dari wajib militer nantinya.

“Saya berencana untuk mengumpulkan dana melalui bisnis bungeoppang dan mencoba berbagai bisnis setelah saya keluar dari militer,” tuturnya.

Hal yang sama juga terjadi pada Kwon Yong Ju (29), yang berjualan ubi panggang di Seoksa-dong, Kota Chuncheon.

Baca Juga: Trainee The Black Label Ella Gross Pernah Bela Jennie BLACKPINK Saat Diserang Haters, Buktikan Hubungan Dekat Keduanya!

Kwon Yong Ju telah berjualan ubi panggang tersebut sejak Desember tahun lalu.

“Pada hari-hari ketika bisnis sedang bagus, 30 kg ubi jalar dengan cepat dijual dalam 3 jam,” ungkap Kwon Yong Ju.

Ia juga mengatakan bahwa dari penjualan tersebut setidaknya mendapatkan laba bersih sebesar 200.000 Won.

Baca Juga: Pemerintah Korea Selatan Minta WHO Batasi Adegan Merokok pada Tayangan Hiburan Platform OTT Karena Takutkan Hal Ini!

Pemerintah Korea Selatan yang mengetahui minat para Gen Z ini pun juga memberikan fasilitas berupa program pelatihan, pendampingan, dan akses yang lebih mudah kepada kredit usaha kecil.

Usai berita tersebut diunggah ulang oleh akun Twitter @tang__kira, banyak netizen Indonesia yang memberikan komentar mereka.

Beberapa netizen menyebut bahwa di Indonesia juga memiliki banyak anak muda yang berjualan kaki lima.

Contohnya seperti jualan es teh yang marak di berbagai daerah di Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa komentar dari para netizen.

“Yuk millennial indo skrg kita mulai lagi rencana ternak Lele dan budidaya bekicot yg tertunda itu.”

“Emg bisnes tuh sumber rezeki paling besar.”

“Di sini juga aslinya juga bisa jualan Es Teh Jumbo modal 1jt sehari bisa dapet untung bersih 100k- 200k perhari dalam sebulan udeh balik modal tinggal jangan Gengsi ajah.”

“Di Indo udah abis dipalakin sm preman setempat. Pengalaman pribadi. Wkwkwkwk.”

“Di indo juga udah banyak kok, jarang keliatan ajaaa.”

“Tapi jujur aku pernah punya pikiran gini, ntar kalo keluar negeri mau jualan jajanan kaki 5, kayak pisang goreng, ote2, cilok.”

“Bagus sih, di indo juga udah banyak, daripada nyari kerjaan susah mending kegitu, jangan takut gagal dsb.”

“Di sini jg sempet tuh trend buka angkringan. Ujungnya yaa musiman aja.”

“Wahh berarti konsepnya nanti d korea jadi bnyak pedagang kaki lima kaya d indo yaa??”

“Di indo justru udh banyak ga siii”, dan berbagai komentar lainnya.

View & join comments

For you

Find