Formula Lagu Sama Ditemukan Pada Artis-Artis HYBE: Inovasi atau Krisis Identitas?

Ditemukan formula lagu yang sama pada lagu baru KATSEYE, LE SSERAFIM, dan ILLIT. Apakah HYBE akan menghapus keunikan masing-masing grupnya?
KPOPCHART.NET - KATSEYE, LE SSERAFIM, dan ILLIT merupakan girl group yang agensinya berada dibawah naungan satu label, yakni HYBE.
Ketiga girl group ini baru saja merilis lagu-lagu baru secara berurut selama beberapa bulan terakhir.
Menariknya, semua lagu mereka menampilkan struktur musik yang hampir serupa hingga di kalangan penggemar K-Pop memberikan kritik karena komposisi lagu yang dirasa terlalu mirip.
Para kritikus menunjukkan bahwa kurangnya diferensiasi di antara para artis sangat disayangkan karena mereka menerapkan formula kesuksesan musik HYBE.
Ditemukan bahwa ketiga grup tersebut mengikuti formula umum yang terdiri dari chorus berstruktur “anti-drop”, hook yang berpusat pada nyanyian, dan produksi techno-pop.
Lagu “Pinky Up” milik KATSEYE yang dirilis pada tanggal 9 April, menonjolkan suara drum techno yang agresif dengan penggabungan perkusi intens, bass dan tekstur synth yang mencolok.
Liriknya juga mengeksplorasi persahabatan perempuan melalui lensa pemberontakan.
Masalah muncul ketika formula ini kembali menonjol di LE SSERAFIM dan ILLIT, yang dimana kedua grup tersebut telah membangun konsep unik mereka sendiri sejak debut.
Lagu pra-rilis LE SSERAFIM berjudul “CELEBRATION” yang dirilis pada tanggal 24 April menampilkan hook berulang dan drop dramatis yang dipengaruhi oleh melodi techno dan hardstyle.
Namun, struktur lagu yang berpusat pada nyanyian, telah dikritik karena memberikan kesan yang agak hampa dan lemah dibandingkan dengan karya sebelumnya seperti “EASY” atau “ANTIFRAGILE”.
ILLIT juga menghadapi reaksi serupa meskipun kelima anggotanya telah memperkuat identitas mereka yang lembut dalam lagu sebelumnya yang berjudul “Not Cute Anymore”.
Tetapi lagu baru mereka “It’s Me” yang dirilis pada tanggal 30 April, memberikan kejutan yang agak tidak biasa bagi para pendengar.
Berbasis pada suara techno, lagu ini menampilkan struktur yang berulang dan bagian verse non-vocal yang menonjol.
Meskipun dapat dikatakan bahwa ini menjadi warna musik lain ILLIT, pada akhirnya mereka berada pada lintasan struktural yang sama dengan girl group lain di bawah HYBE.
Akibatnya, warna asli ILLIT yang unik dan “magis” telah terkikis, dan penilaiannya adalah bahwa mereka justru hanya “ikut-ikutan” tren produksi besar-besaran.
Formula ini menjadi penyebab kekhawatiran bagi grup yang memiliki vokal luar biasa, seperti Heo Yunjin, Sofia Laporteza, Park Minju dan Lara Raz.
Meskipun penggemar menyukai suara mereka, struktur anti drop menggantikan kenikmatan melodi dengan nyanyian, membatasi ruang lingkup vokal.
Selain itu, hal ini dapat menjebak vokalis berbakat untuk masuk dalam tren dan kehilangan kekuatan sejati vokal mereka.
Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah kenyataan bahwa para artis bisa kehilangan identitas unik masing-masing dari mereka.
Dampak lebih jauhnya jika semua grup HYBE memiliki lagu dengan suara yang sama, hal ini dapat mengakibatkan hilangnya pendengar yang mencari genre berbeda ke pesaing lain.
Musik techno pop anti-drop bukanlah masalahnya, melainkan “formula” yang lebih diutamakan daripada “identitas artis”, sehingga menyebabkan dukungan penggemar jangka panjang pasti akan goyah.
Pada akhirnya keberlanjutan K-Pop bergantung pada identitas artis yang kuat dan melampaui tren.






Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.