
Metode yang digunakan di Taiwan untuk pembelian tiket konser dengan memberikan pertanyaa- pertanyaan berkaitan dengan idol atau penyanyi.
KPOPCHART.NET - Sepertinya yang telah diketahui oleh banyak orang untuk melihat penyanyi kesukaan mereka harus membeli tiket.
Apalagi ketika penyanyi kesukaan mereka mengadakan konser banyak penggemar yang akan berbondong-bondong untuk membeli tiket tersebut.
Karena permintaan tiket yang banyak terkadang dalam waktu hitungan menit bahkan sebelum satu jam pun tiket tersebut sudah habis terjual.
Terkadang banyak yang memanfaatkan hal ini dengan membeli banyak tiket kemudian dijual kembali dengan harga yang selangit yang sering disebut sebagai scalping.
Karena industri K Pop yang menyebar luas keseluruh dunia, bahkan di Korea Selatan asal dari musik K Pop itu sendiri sekarang bergulat dengan kebutuhan mendesak akan sistem tiket komprehensif yang melindungi akses yang adil dan mengekang praktik scalping.
Hal tersebut menjadi hal yang sangat lama ada didalam industri tiket selama bertahun-tahun yang menyebabkan frustrasi dan kekecewaan di kalangan penggemar.
Hal ini membuat penggemar dan otoritas mencari solusi efektif untuk mengatasi scalping secara langsung.
Baru-baru ini ada netizen dari Korea Selatan menemukan metode yang dipakai di Taiwan yang mungkin akan tampaknya efektif untuk permasalahan tiket ini.
Metode yang di lakukan di Taiwan adalah dengan memberikan serangkaian pertanyaan yang diberikan sebelum memverifikasi tiket apakah pembeli tersebut adalah penggemar sejati atau bukan.
Sebagai bagian dari proses pembelian tiket di Taiwan, pembeli diharuskan untuk menjawab serangkaian pertanyaan terkait grup idola atau acara tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan ini dapat berkisar dari hal-hal sepele tentang diskografi grup hingga profil anggota, dan banyak lagi.
Dengan menjawab pertanyaan ini dengan benar, penggemar menunjukkan minat dan komitmen tulus mereka, mendapatkan akses ke halaman penjualan tiket.
Ini ada beberapa kometar dari netizen Korea begini komentarnya, "Ini ide yang bagus"
"Ini sangat bagus, menurutku Korea tidak akan beradaptasi tapi sepertinya menyenangkan juga"
"Pertanyaan ini pasti efektif karena hanya penggemar yang mengetahui informasi pasti tentang mereka grup"
"Aku merasa itu ide yang bagus tapi bagaimana jika kamu adalah penggemar dan kamu masih salah menjawab pertanyaan, lol,"
"Itu ide yang sempurna,"
"Hanya penggemar sejati yang bisa pergi, yang bagus," dan "Jika ini terjadi penggemar akan mulai menjual tiket juga seperti calo."
Bagaimana menurut kalian, apakah metode ini bisa diterapkan di Indonesia?






Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.