Jaga Matamu! Pahlawan Protesa Mata Dokter Baek Seung Woon, Ini Bukan Sekedar Estetika Semata

Masih awam di kalangan masyarakat seputar protesa mata dan pahlawan di dalamnya yang membantu para pasien untuk hidup lebih baik lagi.
KPOPCHART.NET- Dokter prostetik mata Baek Seung Woon telah mengabdi selama 29 tahun untuk membuat protesa mata (mata buatan).
Beliau menceritakan pengalamannya kepada Helseu Chosun Media, tidak seperti sekarang akses informasi protesa mata dapat diperoleh melalui internet ataupun video di YouTube.
Di masa itu Dokter Baek merupakan “Geon-ansa’da” atau optometrist tidak memiliki pengetahuan dibidang protesa mata, diminta membuat prosthetic eye setahun setelah Ia bekerja.
Hingga Dirinya harus belajar seni patung selama 6 bulan, bertanya kepada Profesor, belajar membuat protesa gigi, dan membaca literatur.
Baca Juga: Netizen Sebut Cak Imin Tunjukan Ending Fairy ala Idol Kpop di Debat Cawapres: Happy Virus
Perjuangan Dokter Baek Seung Woon untuk mendalami bidang ini tidak main-main. Selama 10 tahun Ia jarang pulang ke rumahnya, Istrinya bahkan harus mengantar makanan dan pakaian ke Rumah Sakit Mata Severance.
Semasa dinasnya hingga kini telah membantu 20.000 pasien yang hendak menggunakan protesa mata.
Dalam waktu satu hari Ia mengerjakan satu mata, kurang lebih 8 jam dihabiskannya bertatapan dengan satu pasien.
Protesa mata yang dibuatnya berbahan plastik polimer, pewarna bagian pupil yang digunakan telah lulus sertifikasi dan dijamin keamanannya.
Baca Juga: Penyanyi Solo Muda dan Cantik, GYUBIN Resmi Debut Dengan Single Berjudul Really Like You
Kisah lainnya, Heo Seong Yoon (44) Ia terlahir mengidap kanker mata. Pengangkatan mata kirinya harus dilakukan, jika tidak sesegera mungkin dikhawatirkan akan menjalar ke mata lainnya.
Dirinya memutuskan menggunakan mata buatan di umur 4 tahun.
Saat ini Ia bekerja sebagai dokter protesa mata.
Ia menegaskan mata buatan sebisa mungkin simetris dengan mata lainnya hingga sulit dibedakan dengan mata asli, “Warnanya harus cocok,” ungkapnya kepada KBS News.
Kesesuaian memang tidak kalah penting, namun kenyamanan pasien saat menggunakan protesa mata merupakan prioritas utama.
“Jika kesesuaiannya buruk akan timbul rasa sakit, atau merasakan sensasi benda asing,” ungkap Choi Yun Sin teknisi mata buatan kepada Koran Seoul.
Dokter Spesialis Prostodonsia Imam Safari Azhar menuliskan dilaman Unair News, kehilangan mata menyebabkan beban psikologis, protesa mata digunakan untuk menggantikan mata yang hilang (secara estetika).
Studi yang dilakukan Arief Waskitho dkk. menerangkan, protesa mata merupakan salah satu langkah rehabilitasi pasca kehilangan bola mata.
Dalam pembuatannya dibagi menjadi fabricated dan non fabricated.
Kelebihan opsi ke-2 harga relatif lebih murah dan dapat disesuaikan dengan keadaan mata (soket mata). Kekurangannya perlu waktu untuk diproses di laboratorium.
Contoh kasus Bapak A (50) kehilangan mata akibat trauma. Ia merasakan nyeri pada matanya. Di bawah pengaruh alkohol mencoba melepas bola mata.
Ia berakhir dirawat di Rumah Sakit dan dilakukan pengambilan bola mata.
Pasca operasi tidak dilakukan rehabilitasi sehingga kantung mata mengecil, tetapi masih memungkinkan pemasangan mata buatan.
Protesa mata mampu mengembalikan kepercayaan diri, namun pemakaiannya tidak mengembalikan fungsi penglihatan.
Influencer TikTok Pengguna Protesa Mata
Akun @tafuniiiiiiiiiiiiii__ sempat viral di-2021 saat Ia melepas dan memasang protesa mata hingga diundang stasiun TV besar di Indonesia.
Maya Sartika secara terbuka membuat playlist khusus mata palsu untuk menginfokan pengalamannya dan menjawab pertanyaan Netizen.
Ceritanya berawal, saat kecil (~6 tahun) temannya menusuk mata kanan dengan tusuk lidi. Penanganan yang terlambat menyebabkan mata tersebut tidak dapat diobati serta berfungsi kembali.
Merasakan sakit terus-menerus membuat dirinya memutuskan meminta pertolongan ke tenaga medis (dokter), kemudian disarankan menutup matanya menggunakan selaput tipis dari bagian dalam bibirnya.
Sekitar 2018 ia memutuskan menggunakan protesa mata atas saran dokter dan telah melakukan konsultasi secara mendalam.
Dirinya juga menjelaskan kantung matanya seiring berjalannya waktu semakin mengecil, maka untuk tampilan yang lebih baik dokter memberikan alternatif penggunaan protesa mata.
Setelah itu Ia dirujuk ke klinik khusus pembuatan protesa mata dan melakukan konsultasi, penyesuaian protesa mata dengan keadaannya, hingga mata buatan siap digunakan.
Tak lupa Ia menyampaikan jaga mata yang ditujukan kepada setiap orang yang melihat kontennya.
Baca Juga: Terlihat Tirus, KNetz Akui Sedih Gegara Winter aespa Turunkan Berat Badan: Jadi Seperti....
"Bagi Kalian yang memiliki mata masih normal, masih baik-baik saja, dirawat, dijaga dengan baik. Jangan terlalu sering bermain game dan menonton film dalam keadaan lampu gelap (minim penerangan)," tuturnya.
"Apapun yang kita punya harus dijaga dan disyukuri, dinikmati," ungkapnya.
Maya Sartika juga menuturkan siapapun tidak ingin mengalami hal seperti ini, Ia bersyukur atas takdir yang diberikan Tuhan.
Tidak lupa Dirinya merasa saat ini bahagia dan semangat menjalani hidup.
Maya Sartika juga menyarankan untuk tidak membeli protesa mata di online shop, lebih baik di klinik khusus protesa mata.
Di klinik, mata buatan akan disesuaikan dan diukur terlebih dahulu.











Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.