Dispatch Bongkar Betapa Jahat dan Bobroknya Kepolisian Dalam Kasus Lee Sun Kyun Hingga Menyebabkan Sang Aktor Bunuh Diri!

Dispatch uraikan permasalahan yang dihadapi Lee Sun Kyun hingga jelaskan betapa jahat dan bobroknya kepolisian Korea.
KPOPCHART.NET - Kematian mendiang Lee Sun Kyun (48) pada Rabu (27/12) meyisakan pilu yang mendalam bagi industri hiburan Korea.
Salah satu dugaan alasan Lee Sun Kyun memlih mengakhiri hidupnya adalah tidak kuatnya dengan proses dan tekanan yang diberikan oleh pihak kepolisian.
Kepolisian kemudian memberikan pernyatan dan rilis terpisah terhadap tudingan proses investigasi mereka terhadap mendiang Lee Sun Kyun beberapa jam setelah kabar kematian tersebut.
Namun, pada Kamis (28/12) outlet media Korea Dispatch mengungkap beberapa fakta terkait janggalnya investigasi yang dilakukan polisi terhadap Lee Sun Kyun.
Menurut Dispatch penyelidikan terhadap Lee Sun Kyun yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah bermasalah sejak awal.
Kasus ini bermula pada tanggl 18 Oktober 2023, ketika Badan Kepolisian Incheon mengunggah laporan tentang perkembangan kasus ini.
Dalam rilisnya, mereka berencana untuk menyelidiki kasus penggunaan narkoba yang melibatkan selebriti terkenal dan mereka yang bekerja di 1% perusahaan hiburan teratas di daerah Gangnam.
Target penyelidikan ini berjumlah delapan orang yang salah satunya adalah mendiang Lee Sun Kyun.
Titik awal kasus ini menurut Dispatch berasal dari Nyonya Kim yang menyebutkan bahwa Lee Sun Kyun terlibat dalam permasalahan Narkoba.
Pada tanggal yang sama pihak kepolisian kemudian mengungkapkan bahwa Lee Sun Kyun terlibat penggunaan obat-obatan terlarang seperti ganja di kediaman Nyonya Kim di daerah Dongdaemun-gu, Seoul dalam beberapa waktu terakhir di tahun 2023.
Polisi juga menuliskan bahwa tujuh orang termasuk Nyonya Kim megelola atau mengambil obat terlarang tersebut di "G Business" yang terletak di Gangnam pada 20 Juni 2023.
Menurut Dispatch, polisi menerima laporan yang diberikan Nyonya Kim tanpa melakukan penyelidikan internal terlebih dahulu.
Sehari setelah polisi menerima laporan tersebut dan mengunggah perkembangannya, informasi tanpa penyelidikan ini kemudian bocor dan dibagikan secara luas oleh media.
Surat kabar Gyeonggi menjadi media pertama yang mebahas masalah ini, mereka memuat sebuah berita eksklusif yang berjudul "Bintang Top 'L' Diselidiki Secara Internal Atas Tuduhan Penggunaan Narkoba"
"Selama penyelidikan di tempat hiburan Gangnam, para pejabat memperoleh informasi tentang selebritas setingkat Yoo Ah In."
"Investigasi internal sedang dilakukan berdasarkan informasi terkait penggunaan narkoba oleh aktor L. Namun, tuntutan pidana terhadap Tuan L belum diajukan," tulis Dispatch mengutip isi berita dari Koran Gyeonggi.
Investigasi internal sendiri merupakan salah satu bentuk penyelidikan yang levelnya masih sebatas rumor. Dalam hal ini seharusnya nama Lee Sun Kyun belum terungkap.
Terlebih menurut Dispatch pihak kepolisian juga tidak melakukan penyelidikan yang mendalam kepada Nyonya Kim.
Padahal Nyonya Kim sendiri memiliki track record yang buruk dengan pihak Kepolisian.
Dia diketahui memiliki emam catatan tuntutan yang berkaitan dengan narkoba, tersangka kasus pemerasan senilai 300 juta Won hingga mengancam mendiang Lee Sun Kyun.
Karena hal tersebut, Nyonya Kim harus menjual siapapun agar dapat meringankan hukuman yang telah menjeratnya yang salah satunya adalah membuat Lee Sun Kyun turut terseret dalam kasus ini.
Lee Sun Kyun kemudian disebut sebagai korban antara "kontribusi" Nyonya Kim dan "Kinerja" polisi atas penyelidikan yang masih berlangsung.
Dispatch membuktikan bahwa selama penyelidikan tersebut, pihak Kepolisian hanya bergantung pada pernyataan yang diberikan oleh Nyonya Kim.
Ketergantungan ini terbukti setelah pernyataannya tentang G-Dragon yang keluar dari kamar mandi terhuyung-huyung yang kemudian menjadi landasan bagi polisi untuk menetapkan G-Dragon sebagai tersangka dalam kasus yang sama.
Pada tanggal 26 Desember 2023, outlet media JTBC memuat sebuah artikel eksklusif berjudul "Lee Sun Kyun: Saya Menghisapnya Melalui Hidung Menggunakan Sedotan, Saya Dipaksa Untuk Percaya Itu Adalah Obat Tidur."
Menurut Dispatch, laporan eksklusif yang dikeluarkan oleh JTBC tersebut merupakan artikel yang sumbernya berasal dari pernyataan polisi.
Di waktu yang sama mendiang Lee Sun Kyun kemudian mengajukan permintaan kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan menggunakan detector lie kepadanya.
Bersamaan dengan permintaan itu, polisi menggunakan pola yang sama dan mengeluarkan berbagai berita.
Kembali ke tanggal 24 November, hal serupa juga terjadi, polisi dikritik oleh publik karena dugaan penyelidikan yang berlebihan.
Apa yang terjadi? Secara mengejutkan KBS merilis sebuah rekaman yang memuat percakapan antara Nyonya Kim dengan Lee Sun Kyun.
Baca Juga: Challenge 'The First Snow' EXO Versi Halal Viral, Sang Pembuat Dikritik Sampai Bikin Klarifikasi
Dalam rekamann tersebut Lee Sun Kyun bertanya kepada Nyonya Kim kenapa dia harus meminum obatnya lewat hidung, namun menurut Nyonya Kim hal tersebut dilakukan agar obatnya dapat bekerja dengan cepat.
Nyonya Kim mengatakan bahwa obat tersebut merupakan obat yang diresepkan oleh suadaranya yang berprofesi sebagai seorang Dokter.
Kemudian penyelidkan kepolisian yang masih berlanjut berada pada tahap yang mandek, pasalnya berbagai upaya untuk membuktikan kesalahan Lee Sun Kyun melalui rambut, bulu kaki dan bulu ketiak semuanya negatif sehingga tidak ada bukti pasti.
Dalam rilisnya, Dispatch juga mengungkapkan bahwa sebelum menarget Lee Sun Kyun, Nyonya Kim menargetkan pihak lain namun gagal terlaksana.
Nyonya Kim menurut Dispatch sebenarnya tahu bahwa Lee Sun Kyun tidak ada kaitannya sedikitpun dengan masalah narkoba Ini.
Dispatch juga membagikan sebuah tangkapan layar berisi chat yang dilakukan oleh Nyonya Kim dengan kenalannya.
Kenalan: Apa yang diketahui peretas?
Kenalan: Jika saya memberi tahu Anda apa yang dilakukan saudara perempuan saya,
Kenalan: Lee Sun Kyun tidak memiliki pukulan apa pun.
Kim : Hah
Kenalan: Jangan repot-repot memprovokasi saya.
Kim: Itu Benar
Kim: Saya menuduh Sun Kyun oppa sebagai pemain.
Kim: Saya diretas dan diancam
Kim: Apakah seperti ini, saya sudah ditipu sebanyak 5.000?
Kenalan: Tidak, tidak. Ku mohon.
Kim: Lagipula dia (peretas) Jeong Da Eun terlalu berlebihan.
Kim: Anda meminta saya memeras uangnya?
Kim: Saya tidak akan memberi Anda satu sen pun.
Berdasarkan pesan tersebut, Dispatch kemudian menghubungi Jong Da Eun, namun jawaban yang diberikan kepada Dispatch dia mengaku bukan seorang hacker.
Saat Nyonya Kim mengeluhkan tentang peretasan, Jeong Da Eun sedang mendekam di balik jeruji besi.
Sementara itu, di bulan September Nyonya Kim sibuk dengan aksinya termasuk menghindari jeratan polisi dan pemerasan terhadap mendiang Lee Sun kyun.
Dalam hal pemerasan ini setidaknya ada tiga orang yang terlibat untuk mendapatkan uang dari Lee Sun Kyun.
Di bulan yang sama Nyonya Kim berhasil menerima uang sebesar 300 juta Won dari Lee Sun Kyun dan terus berlanjut hingga tanggal 13 Oktober.
Dispatch kemudian menyoroti kinerja kepolisian yang memaksakan diri menggunakan pernyataan Nyonya Kim padahal dia sendiri memiliki enam hukuman terkait narkoba.
Polisi dalam hal ini juga diduga tahu bahwa pesan yang dikirimkan kepada Lee Sun Kyun oleh Nyonya Kim adalah sebuah pesan yang sudah direncanakan.
Dispatch mengakhiri artikel eksklusifnya dengan mengatakan "Lee Sun Kyun adalah tersangka narkoba sekaligus korban pemerasan. Tapi bukankah masyarakat hanya akan mengingat narkoba? Sedotan ditarik hingga diperoleh hasil negatif".
Pada tanggal 27 Desember 2023, pihak Kepolisian kemudian mengidentifikasi dan mengofirmasi bahwa Lee Sun Kyun meninggal dunia.












Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.