Jadi Lokasi Pertama di Eropa, Muncul Kontroversi Rasisme dalam Gelaran Program M Countdown di Prancis

Menjadi lokasi pertama di Eropa dalam program M Countdown, kini muncul kontroversi rasisme yang terjadi oleh penonton Asia.
KPOPCHART.NET- M Countdown mengadakan konser mereka di Eropa dan Paris menjadi kota pertama yang mereka kunjungi.
M Countdown mengadakan konser musik pada tanggal 15 Oktober waktu setempat.
Konser ini merupakan upaya untuk memperkuat tawaran untuk menjadi tuan rumah Busan World Expo yang digelar satu bulan lagi.
Pada tanggal 28 November, rapat umum Organisasi Pameran Internasional akan diadakan di Paris untuk memilih lokasi tuan rumah World Expo 2030.
Beberapa negara dari seluruh dunia melakukan tawar menawar yang sengit untuk menjadi tuan ruma acara ini.
Dihadiri 22.000 penonton, serta Choi Tae Won ketua SK Group, Utusan Khusus Presiden dan Direktur Perencanaan Strategi Masa Depan Kantor Kepresidenan dan lain-lain.
Meskipun harga mencapai 400.000 won, namun kursinya telah penuh untuk menikmati pertunjukkan KPOP
NCT Dream, Taemin SHINEE, Shownu dan Hyungwon Monsta X, Treasure hingga PSY menjadi pengisi acara M Countdown di Paris.
Ketika PSY tampil, pada penghujung acara dirinya menampilkan lagu "Gangnam Style" dan membuat heboh.
Setelah pertunjukkan berakhir, muncul berbagai ketidakpuasan di kalangan penggemar.
Baca Juga: Seperti Kurang Koordinasi, Gaya Berpakaian EXO di MCOUNTDOWN Disebut Buruk, Netizen: Tapi Jika...
Klaim bahwa penjaga keamanan lokal di Paris melakukan diskriminasi terhadap penonton Asia.
Penonton yang menyaksikan pertunjukkan di lokasi memposting pengalaman mereka melalui media sosial.
Para penonton setempat tidak dilarang untuk merekam sedangkan para penonton dari Asia dilakukan penggeledahan untuk melihat apakah mereka memiliki kamera.
Petugas keamanan terlihat dengan kasar menundukkan para penggemar. Bahkan terlihat para petugas keamanan berlaku kasar kepada para penggemar.
Video tersebut menunjukkan petugas keamanan mencengkram tengkuk para penggemar sehingga menimbulkan kekhawatiran dan keprihatinan di antara penonton.
Baca Juga: Cerita di Balik Pre-recording Mcountdown The Boyz, Celana Member Ini Sampai Robek
Mereka mengklaim bahwa mereka menjadi sasaran kekerasan dan rasisme yang berlebihan.
Pihak penyelenggara lalai dalam manajemen mereka, seiring dengan video dan postingan yang tersebar di media sosial.
Kekhawatiran berpusat pada potensi penonton yang terpapar kekerasan dan diskriminasi di konser luar negeri.
Masalah petugas keamanan di luar negeri beberapa kali mendapat perhatian karena rasisme terhadap penonton Asia.
Ada juga keluhan terhadap sikap petugas dari dalam maupun luar negeri yang tidak peduli terhadap penonton konser Kpop.
CJ ENM mengklaim bahwa acara tersebut membuktikan kekuatan budaya Korea dengan memikat penonton di seluruh dunia.
Namun ketika ditanya tentang kontroversi yang terjadi mereka belum memberikan tanggapan.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.