FeaturedNewsPress Release

K-Popers Sedunia Bergerak Sayangi Hutan, Penggemar Indonesia Unggul Dengan 52 Ribu Pohon!

Bagi sebagian orang, K-Pop bisa jadi identik dengan artis Korea yang cantik dan tampan, musik yang asyik, wardrobe yang keren, serta konser yang selalu sold out tiketnya. Di balik keglamoran K-Pop, banyak sekali kegiatan terkait isu pelestarian lingkungan hidup yang dilakukan oleh para idol maupun fandom

Nurul Sarifah, organizer Kpop4planet, mengamati, banyak anggota fandom yang terlibat aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan. “Para fandom  sudah sering berpartisipasi dalam aktivitas menanam pohon, bahkan ada yang sampai membangun hutan. Misalnya, RM Forest No. 1 di Seoul, hutan yang dibangun penggemar leader BTS untuk ulang tahunnya. Tak hanya di negara lahirnya K-Pop, kegiatan ini juga muncul di negara lain, seperti Brasil dan Rumania. Dari sini saya melihat penggemar K-Pop sudah memiliki awareness yang tinggi tentang pentingnya pohon, hutan, dan alam.”

Hal ini membuat Nurul dan timnya berpikir, sudah saatnya bagi Kpop4planet untuk menyuarakan isu baru. Selama ini mereka membahas tentang zero waste concert, album tanpa plastik, dan pusat data dari music streaming platform yang menghasilkan banyak karbon. 

Nazara dari Wings of Bangtan (WoB, portal informasi donasi yang berkaitan dengan BTS ARMY) bercerita, ARMY tergerak oleh isu lingkungan karena banyaknya pengaruh dari BTS sendiri. “Karena itu, ARMY berusaha menyamakan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh BTS maupun para member-nya. Ini salah satu kunci mengajak fandom lebih peduli akan kelestarian lingkungan dengan membawa BTS sebagai contoh nyata dari gerakan tersebut.” 

Sementara itu, Jevon Christian dari Blink Official Indonesia (BOI) menilai bahwa BLINK merupakan perpanjangan tangan dari BLACKPINK yang menjadi duta dari 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26). Maka, sebagai penggemar BLACKPINK mereka juga harus menyuarakan isu perubahan iklim dan ikut bergerak. “Paling tidak untuk membangun kesadaran dan pemahaman yang baik, sehingga kemudian bisa ikut menjaga bumi dengan cara masing-masing.”

Berdasarkan data yang dihimpun Kpop4planet, Indonesia bahkan memiliki jumlah pohon yang paling banyak ditanam oleh penggemar, yaitu 52.636 pohon, disusul Korea Selatan dengan 35.377 pohon, dan India dengan 13.483 pohon.

Melihat banyaknya kegiatan tanam dan adopsi pohon di seluruh dunia, Kpop4planet menggagas mapping kegiatan tersebut, sekaligus mendesain ulang website kpop4planet.com agar dapat lebih banyak menampung informasi terkait hutan. Nurul menyebutkan, mapping ini merupakan pintu masuk untuk diskusi yang lebih mendalam tentang masalah hutan yang terkait erat dengan perubahan iklim, yang hingga saat ini telah melibatkan 80 fandom K-Pop dari 21 negara dalam 212 proyek dengan 113.824 pohon, dan berhasil mengurangi CO2 hingga 28.000 ton.

K-Popers di antara hutan dan krisis iklim

Nurul berpendapat, hutan bukan hanya berperan sebagai paru-paru dunia, melainkan juga memainkan peran penting bagi masyarakat di sekitarnya. Ia bisa melihat bagaimana hutan menjadi sumber kehidupan bagi mereka, sehingga mereka pun menjaganya sedemikian rupa agar hutan itu tidak hilang. Selain itu, hutan juga punya peran besar dalam menjaga keanekaragaman hayati, misalnya sebagai sumber obat-obatan alami dan sumber pangan. 

“Berkurangnya luasan hutan akibat kebakaran hutan maupun penebangan hutan secara liar memicu krisis iklim. Kalau hutan tidak kita jaga bersama-sama, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, oleh hutan itu sendiri, juga oleh kita yang berada di kota. Jadi, pelestarian hutan akan membantu mencegah krisis iklim menjadi semakin parah,” kata Nurul.  

Senada dengan Nurul, Nazara menyebutkan bahwa keberadaan hutan sangat penting, karena manusia membutuhkan oksigen untuk hidup. “Ekosistem darat dan air pun sangat dipengaruhi oleh keberadaan hutan, begitu juga kualitas hidup masyarakat yang tinggal berdekatan maupun berjauhan dari hutan.” 

Jevon berpendapat, banyak perusahaan yang mengeksploitasi hutan untuk kepentingan sendiri, sehingga dampak perubahan iklim makin terasa. “Karena sebagian besar anggota BLINK masih terbilang muda, kami ingin mulai membangkitkan kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga alam.” 

Budaya selebrasi bergeser

Rata-rata fandom dan fanbase punya agenda perayaan yang terkait dengan K-Pop idol masing-masing. Antara lain, ulang tahun member, anniversary grup, comeback-nya mereka, juga anniversary dari fandom sendiri. Dan, para penggemar berat ini tak ragu mengeluarkan banyak sekali uang untuk membelikan hadiah bagi idol kegemaran mereka. Ada yang sampai memberi emas batangan, karangan bunga raksasa, hingga menamai sebuah bintang dengan nama group idol

Nurul mengamati, beberapa tahun terakhir ini budaya untuk membelikan barang mahal atau pesta mulai bergeser. “Budaya ini mulai digantikan dengan budaya memberi hadiah yang terkait lingkungan. Misalnya, mereka ramai-ramai mengumpulkan donasi untuk membeli bibit tanaman, menanam bibit tersebut di hutan, dan mendedikasikan area penanaman tersebut bagi idol tertentu.” 

Jevon bercerita, tahun lalu BOI bekerja sama dengan Yayasan EcoNusa menggelar kegiatan menanam mangrove di Angke Kapuk Mangrove Nature Tourism Park, Jakarta. Acara tersebut diadakan dalam rangka mendukung terpilihnya BLACKPINK sebagai duta COP 26. “Tujuan kami adalah menciptakan aktivitas kekinian yang populer dan hype, sekaligus memberi edukasi dengan cara yang menyenangkan. Acaranya seru banget. Saking antusiasnya, karena kami sampai nyebur ke air.”

Sementara itu, dalam satu bulan ARMY Indonesia bisa beberapa kali mengadakan kegiatan yang terkait dengan lingkungan. Salah satu proyek WoB terkini adalah penanaman mangrove di Cilacap sebagai perayaan anniversary BTS ke-9. 

Mapping hutan fandom K-pop pertama

Memberi hadiah hutan kepada K-pop idol sebenarnya bukan hal yang sangat baru. Tujuh tahun lalu di ulang tahunnya yang ke-22 IU mendapatkan kado berupa hutan di Yeouido, sebuah pulau besar di Sungai Han, Seoul. Hutan tersebut ditanami 250 jenis pohon, termasuk pohon cherry. Untuk membangun hutan tersebut, para penggemarnya mengumpulkan donasi hingga 61.000 dolar AS. 

Sebelumnya, pada 2014 dan 2016, penggemar Big Bang membuatkan dua hutan untuk salah satu member grup tersebut, yaitu G-Dragon. Satu berlokasi di Seoul, satu lagi berlokasi di Pulau Jeju. Hanya saja, ketika itu memberi hadiah hutan belum menjadi gerakan yang masif.

“Biasanya proyek penanaman pohon ini hanya terdengar di kalangan para fandom, atau dalam internal satu fandom. Karena kegiatan semacam ini semakin banyak dilakukan, kami berpikir, akan bagus jika ada satu tempat untuk menggabungkan seluruh data. Bukan hanya proyek di Indonesia, melainkan juga di seluruh dunia. Setelah proses pendataan berjalan, kami menyadari, gerakan ini ternyata sangat luas, hingga ke Mesir, Portugal, dan Brasil,” kata Nurul.

Ia memandang, ini semua merupakan proyek besar. Sayangnya, belum banyak diekspos dan diketahui publik. “K-popers saja belum tentu tahu, apalagi orang yang berada di luar lingkaran atau bubble penggemar K-pop, Jadi, kami ingin memperlihatkan kepada orang banyak tentang apa saja yang telah dilakukan penggemar K-pop di seluruh dunia,” kata Nurul, yang hingga kini sudah mendata 80 proyek dari 21 negara. 

Keliling hutan dunia secara virtual

Kpop4planet memiliki tagline ‘Find Your Tree, Add Your Tree, Count Your Tree’. Anda bisa menggerak-gerakkan peta yang terdapat dalam website Kpop4planet dan mencari pohon yang Anda tanam. Jika tidak menemukannya, bisa jadi proyek yang Anda ikuti belum terdata. Nah, Anda kemudian bisa menambahkan sendiri data tersebut. Lain waktu Anda bisa menghitung jumlah pohon yang ditanam fandom Anda dan merasa bangga akan aksi yang sudah Anda lakukan.

Hanya dengan membuka peta lokasi penanaman dan adopsi pohon, Anda bisa melihat bahwa gerakan tersebut kini cukup masif di berbagai negara. Pada peta Anda akan melihat kode gambar pohon dengan warna dan garis berbeda, menunjukkan jenis aktivitas fandom (menanam berwarna ungu atau adopsi berwarna hijau), dan apakah sudah selesai atau masih berlangsung. 

“Di setiap lokasi penanaman atau adopsi terdapat kode gambar pohon sederhana, yang ketika diklik akan menunjukkan jumlah dan jenis pohon yang ditanam (sebagian lengkap dengan nama Latin), fandom yang mengadakan kegiatan, jenis perayaan, tanggal kegiatan, dan status terakhir proyek tersebut,” cerita Nurul. 

Ketika mengklik ‘learn more’, Anda akan dibawa ke halaman sosial media atau halaman donasi, yang terkait dengan projek tersebut. “Landing page ini sebagai validasi bahwa proyek yang ditampilkan tidak fiktif, memang benar-benar diadakan,” kata Nurul. 

Yang menarik, area penanaman pohon itu diberi nama hutan yang baru. Seperti ada hutan di dalam hutan. “Sebagian besar nama hutan ‘baru’ itu menampilkan nama idol. Misalnya, Jeno’s Forest dan No Global Warming with Jin n V BTS. Namun, ada juga yang tidak. Seperti, Epiphany Forest di Jurung Tiga Nature Park (Kalimantan Selatan).”  

Dorong ‘kompetisi’ antar-fandom

Dalam menu Fandom 4 Forest di website terdapat tabel yang memberi informasi secara mendetail tentang proyek yang digarap oleh fandom. Tabel tersebut diurutkan berdasarkan jumlah pohon yang ditanam oleh fandom

“Yang membanggakan, di Indonesia banyak banget kegiatan menanam pohon yang didata. Soalnya, kebanyakan bekerja sama dengan lindungihutan.com, sehingga lebih mudah melacaknya. Bahkan, ada yang menanam 15.000 mangrove di satu area saja, yaitu di Pinrang, Sulawesi, untuk merayakan ulang tahun Jimin BTS,” kata Nurul, yang terkagum-kagum akan banyaknya jumlah pohon yang ditanam.

Ia bercerita, pada bagian bawah peta terdapat chart yang memperlihatkan fandom mana yang paling banyak menanam pohon. Chart tersebut dilengkapi gambar piala dalam warna emas, perak, dan perunggu. Sejauh ini yang berada di posisi teratas adalah ARMY, yang sudah menanam lebih dari 44.000 pohon di berbagai negara, termasuk Indonesia, Korea Selatan, Israel, dan India. Disusul oleh EXO-L dengan lebih dari 9.600 pohon dan NCTzen dengan lebih dari 8.600 pohon. 

“Kami berharap, chart ini membangkitkan kompetisi yang bagus antar-fandom agar mereka terus menanam atau mengadopsi pohon demi mengalahkan jumlah pohon yang ditanam fandom lain. Selain itu, kami berharap, kegiatan penanaman pohon ini menjadi langkah awal untuk melakukan hal yang jauh lebih besar dengan dampak lebih besar pula, seperti perlindungan masyarakat adat. Tidak hanya dilakukan oleh satu fandom, melainkan gabungan dari banyak fandom,” kata Nurul, optimistis. (www.kpopchart.net)

Leave your vote

More in:Featured

0 %

Log In

Or with username:

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.