Events

CEO Promotor Konser We All Are One Dilaporkan Ke Polisi Setelah Diduga Bawa Kabur Uang Tiket

CEO dari promotor penyelenggara konser We All Are One telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Sebelumnya konser We All Are One ini rencananya akan digelar di Stadion Madya, Jakarta, pada 11 dan 12 November.

Konser ini semulanya akan menghadirkan berbagai idol K-Pop seperti BamBam, Youngjae, OH MY GIRL, ASTRO, SF9, Chen EXO, PENTAGON, CIX, dan NMIXX.

Namun, seminggu sebelum konser digelar, PT Coution Live Indonesia selaku penyelenggara tiba-tiba menunda konser hingga tahun 2023 mendatang.

Sontak banyak penggemar yang merasa kecewa dan menuntut pihak penyelenggara untuk mengembalikan uang tiket mereka. Namun, terdapat dugaan yang menyebutkan bahwa CEO Park Jai Hyun telah membawa kabur uang tiket tersebut.

Dilansir dari Detik.com, seorang bernama Derpita Gultom telah melaporkan CEO Park Jai Hyun dengan tuduhan membawa kabur uang tiket ke Polsek Metro Tamansari. Gugatan tersebut dilakukan karena CEO Park Jai Hyun dianggap telah melanggar Pasal 378 KUHP soal penipuan.

PT Visi Musik Indonesia juga mendukung tindakan pelaporan tersebut, karena pihak promotor dianggap bermasalah.

Rizky Triadi selaku direktur PT Visi Musik Indonesia mengatakan bahwa penjualan tiket konser We All Are One ini sudah mencapai angka Rp7 miliar dan CEO Park dikabarkan telah menarik setengah dari uang penjualan tiket tersebut.

Sementara itu, melalui akun Instagram resmi mereka pihak We All Are One telah memberikan sebuah form bagi penggemar yang ingin melakukan refund tiket. (www.kpopchart.net)

Leave your vote

More in:Events

0 %

Log In

Or with username:

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.