FeaturedIdol & Celeb

Dispatch Beberkan Rekaman Percakapan Kwon Mina dan Anggota AOA Soal Kasus Bullying

Media Dispatch baru-baru ini telah merilis rekaman percakapan di antara Kwon Mina, Shin Jimin, serta anggota AOA lainnya.

Pada hari Rabu (08/09), Dispatch merilis transkrip percakapan dan pesan teks yang berkaitan dengan kasus bullying Jimin terhadap Kwon Mina.

Pada 3 April 2020, ayah Jimin meninggal dunia dan Kwon Mina datang ke pemakaman pada 4 April. Saat itu Jimin meminta maaf kepadanya. Kwon Mina menangis dan keduanya berpelukan.

Berikut adalah screenshot percakapan antara Mina dan Jimin yang dirilis oleh Dispatch.

4 April 2020

Mina: Saat kau meminta maaf kepadaku, aku syok. Aku merasa menyesal berpikir bagaimana jika aku lebih dekat denganmu, bagaimana jika aku lebih jujur. Aku sangat bersyukur bahwa kau benar-benar berterima kasih kepadaku. Unnie, aku juga sangat menyesal dan berterima kasih. Dan aku harap kau tidak pernah mengalami sesuatu yang menyakitkan lagi. Mari tetap sehat. Terima kasih Unnie, karena telah memelukku.

Jimin: Aku sayang kamu Mina

Mina: Aku minta maaf dan terima kasih, Unnie

Mina: Tolong peluk aku lagi lain kali

Jimin: Tentu saja, jangan sampai sakit Mina

18 April 2020

Mina: Apakah kau menelepon?

Jimin: Ya. Aku menelepon karena kepikiran kamu

12 Mei 2020

Mina: Unnie, aku minta maaf karena tidak menjawab telepon. Belakangan aku mengalami waktu yang sangat sulit. Aku tidak bisa menjawab telepon siapapun hari itu. Tapi jangan khawatir. Aku akan berusaha yang terbaik. Unnie, apa kau baik-baik saja? Jangan sampai sakit. Kalau kita bertemu lagi minggu depan atau minggu depan lagi, ayo makan bersama. Minum juga oke.

Jimin: Oke Mina

Mina: Apa kau mau minggu depan atau minggu setelahnya?

Jimin: Aku rasa lebih baik minggu setelahnya. Mina, apa kau mengalami waktu yang sulit?

Mina: Ya, Unnie. Pikiranku benar-benar kacau beberapa hari ini. Haha.

Beberapa bulan setelah itu, pada 3 Juli 2020, Kwon Mina mengunggah postingan mengenai tindakan bullying yang dilakukan oleh Jimin, dan Jimin saat itu membantahnya. Dalam postingan selanjutnya, terungkap bahwa Jimin dan anggota AOA lainnya datang ke rumah Kwon Mina.

Berikut ini adalah transkrip singkat dari rekaman berdurasi 128 menit yang didapatkan oleh Dispatch ketika Jimin dan anggota AOA berada di rumah Kwon Mina.

Jimin: Aku datang karena aku juga punya sesuatu yang ingin dikatakan. Kalau itu yang kau rasakan. Aku tidak ingat, soal insiden yang kau sebutkan. Aku datang karena aku ingin meminta maaf soal insiden itu.

Mina: Kau benar-benar tidak ingat?

Jimin: Makanya aku datang untuk meminta maaf. Aku tidak tahu soal itu.

Mina: Wow.

Jimin: Aku datang untuk menyelesaikan masalah. Aku akan mengakui kesalahan yang telah aku lakukan.

Mina: Aku berharap kau mengatakan sesuatu yang paling tidak masuk akal. Aku paham kalau kau tidak ingat. Oke, aku mengerti itu.

Mina: Kau tidak berada di level itu. Kau ingat ketika kau memukulku kan? Kau bilang kau memukulku karena aku terlalu berada di depan.

Jimin: Kapan aku memukulmu?

Mina: Kau memukul dadaku seperti ini. Apakah aku harus memukulmu juga?

Jimin: Apakah aku sering memukulmu?

Mina: Iya.

Jimin: Aku rasa aku hanya mendorongmu seperti ini.

Mina: Tidak. Kau memukulku dengan tinjumu. Aku rasa kau tidak punya ingatan yang bagus. Sepertinya kau tidak datang untuk menyelesaikan masalah ini.

Jimin: Aku datang untuk menyelesaikan ini

Mina: Apakah kau lihat ini? Luka sayatan ini di tanganku?

Jimin: Kenapa kau melakukan itu? Aku minta maaf.

Mina: Kenapa aku melakukan ini? Kenapa aku melakukan ini? Jimin Unnie? Aku sangat frustasi karena kau tidak bisa ingat apa yang kau lakukan padaku. Bagaimana bisa kau melakukan hal seperti itu dan tidak ingat?

Jimin: Apa kau punya pisau?

Chanmi: Jangan!

Jimin: Aku mati saja

Choa: Hentikan. Kalau kau ingin minta maaf, lakukan dengan benar. Apa-apaan ini.

Jimin: Aku sedang meminta maaf

Choa: Kau hanya perlu meminta maaf agar masalah ini selesai

Jimin: Ini karena diriku, jadi aku akan pulang saja.

Choa: Kalau kau pergi, apa masalahnya akan selesai?

Jimin: Aku akan pergi. Aku minta maaf teman-teman. Mina, aku minta maaf.

Chanmi: Tunggu semuanya. Tolong tenang sedikit.

Mina: Kau melakukan hal sebanyak itu kepadaku dan tidak ingat?

Jimin: Itu salahku. Aku melakukan kesalahan.

Mina: Kau tidak ingat?

Jimin: Semua yang aku lakukan padamu, aku telah bersalah.

Mina: Aku jadi gila.

Jimin: Aku minta maaf. Aku sungguh…

Mina: Tapi aku

Jimin: Tapi aku datang untuk meminta maaf kepadamu dengan tulus.

Mina: Aku jadi gila. Aku jadi hancur, tapi kau tidak ingat?

Jimin: (Menangis) Aku minta maaf karena ingatanku cuma sampai di situ. Itu semua salahku. Kau tidak perlu memaafkanku, tapi aku datang untuk meminta maaf.

Jimin: Dari sudut pandangku.

Mina: Coba katakan.

Jimin: Dari sudut pandangku, sebagai leader…

Mina: Kau memperlakukanku dengan baik?

Jimin: Aku harap kau bisa berjalan di jalan yang lebih baik.

Jimin: Aku harap kalian semua… Jadi aku tidak tahu kalau kritikan itu sangat menyakitkan untukmu.

Mina: Karena aku harus berjalan di jalan yang lebih baik, kau bilang tubuhku tidak menarik dan wajahku seperti X? Itukah jalan yang baik?

Jimin: Aku tidak pernah berkata seperti itu.

Mina: Aku menjadi depresi karena kau dan akhirnya berjalan di jalan yang salah. Kau tahu apa yang aku katakan?

Jimin: Aku minta maaf. Aku minta maaf karena mengganggumu atas hal-hal yang remeh.

Mina: Kau menyiksaku setiap hari. Kau tidak ingat kan?

Jimin: Aku menyiksamu setiap hari?

Mina: Ya, aku meminum obat setiap hari.

Jimin: Akulah yang terus bersamamu ketika kau sakit. Ku juga tidak ingat, kan?

Mina: Aku ingat. Tapi apakah kau tahu apa yang aku pikirkan saat itu? Dia bahkan tidak tahu kalau aku sakit karena dia.

Jimin: Ah benarkah? Aku tidak tahu.

Choa mulai menengahi, dan anggota lain mulai memberikan opini mereka.

Mina: Kenapa kau tidak menyukaiku?

Jimin: Aku tidak membencimu.

Mina: (Kepada anggota lain) Dia berlebihan padaku, kan?

Chanmi: Kita tidak bisa memihak siapa pun.

Choa: Sulit bagi yang lain untuk mengatakan apa pun. Dan Jimin, masalah ini tidak akan selesai dengan kepergianmu. Jika dia mengatakan dia kesal tentang sesuatu, dengarkan saja. Kau lebih tua.

Jimin: Aku akan mendengarkan.

Choa: Dengarkan saja dia.

Choa: Dan sejujurnya, berapa kali kita bertemu sebelum bertengkar seperti ini? Berapa kali kita akan bertemu di masa depan? Kau cukup mendengarkan apa yang dia katakan dan berkata, “Ah, baiklah. Aku masih terlalu muda saat itu. Maaf.”

Jimin: Maaf.

Choa: Ya, seperti itu.

Mina: Ada pepatah yang mengatakan bahwa orang yang memukul tidak ingat, tetapi orang yang dipukul ingat selamanya.

Jimin: Aku akan keluar dari AOA

Mina: Jangan keluar.

Jimin: Tidak, aku akan keluar.

Choa: Jimin, kamu keluar sekarang tidak akan menyelesaikan apapun.

Jimin: Ini merugikan semua orang.

Choa: Ini menurutku. Kita memiliki jadwal yang padat. Kau mungkin telah melampiaskannya kepada Mina, dan Mina juga bisa melihat kau seperti itu ketika dia sensitif. Tidakkah menurutmu begitu?

Choa: Jimin, Mina pernah berkata kepadaku, ‘Unnie, aku mengalami kesulitan karena kamu sangat sensitif.’ Aku tidak punya apa-apa untuk dikatakan karena aku merasa sangat menyesal. Kau hanya perlu meminta maaf soal itu.

Jimin: Aku minta maaf karena aku sangat sensitif, karena aku masih terlalu muda, karena tindakanku kejam.

Mina: Kalau aku bisa membayar biaya penalti kontrak, aku akan keluar lebih awal sebelum aku sakit jiwa.

Jimin: Maafkan aku. Aku akan meminta maaf atas semua yang kau alami.

Mina: Tapi aku merasa sangat frustrasi karena bilang mengatakan kau tidak ingat.

Jimin: Aku akan mengingatnya.

Mina: Kau tidak akan ingat.

Jimin: Aku akan mengingatnya. Semua kesalahan yang kulakukan padamu. Aku terlalu muda dan sensitif. Aku sangat menyesal karena aku begitu jahat padamu.

Hyejeong, yang merupakan teman terdekat Mina di AOA, kemudian bergabung dalam percakapan.

Hyejeong: Aku pikir begitu. Aku memang mendengar dari Mina.

Hyejeong. Tapi Unnie tidak ingat. Karena kalian berdua…

Jimin: Maaf, maaf.

Hyejeong: Mina, kamu juga harus minta maaf.

Mina: Aku meminta maaf kepada para anggota dan tidak perlu meminta maaf kepada Jimin unnie.

Jimin: Ya. Kau tidak perlu meminta maaf kepadaku.

Hyejeong: Itu tidak apa-apa.

Jimin: Aku minta maaf kepada kalian. Aku ingin grup kita sukses…

Hyejeong: Aku tahu.

Mina: Dia berbohong.

Chanmi: Mari kita dengarkan. Mari kita dengarkan apa yang Jimin unnie katakan juga.

Mina: Apakah berhubungan seks dengan laki-laki juga demi kebaikan grup?

Jimin: Dari yang aku ingat, aku ingat bahwa apa yang aku lakukan adalah untuk kesuksesan grup kita dari sudut pandangku, jadi aku pikir aku tidak menyadari bahwa aku salah.

Jimin: Setelah mendengarnya sekarang, kalian semua mengalami begitu banyak stres. Aku ingin minta maaf untuk itu.

Hyejeong: Tidak, tidak apa-apa. Kami baik-baik saja. Kami satu grup denganmu karena kami memahamimu.

Hyejeong: Tapi karena kamu tidak ingat, kemarahan Mina tidak terselesaikan. Unnie, kau bisa mengingat dan meminta maaf.

Mina: Hyejeong, bagaimana dia bisa meminta maaf ketika dia tidak ingat.

Hyejeong: Seseorang bisa memikirkannya.

Mina: Dia bilang dia tidak ingat bahkan jika dia berpikir.

Hyejeong: Dia pasti terkejut. Ini adalah situasi yang tiba-tiba.

Mina: Aku sudah gila.

Hyejeong: Aku pikir aku juga bisa gila karenamu.

Mina: Kalau begitu jadi gila.

Hyejeong: Aku tidak mau.

Choa: Mina! Jimin mungkin benar-benar tidak ingat, dan dia bilang dia minta maaf.

Mina: Tapi kalian semua melihatnya ketika dia pertama kali masuk. Aku pikir dia datang untuk bertarung.

Chanmi: Dia mungkin tiba seperti itu pada awalnya karena dia tidak mengetahui detail ini pada awalnya. Dia mungkin datang dengan perasaan ragu.

Mina: Aku mengerti kalian semua, tetapi cobalah hidup sepertiku selama sehari.

Choa: Maaf, Mina. Maaf aku tidak mengenalmu lebih jauh. Kita semua seharusnya membicarakan masalah yang kita miliki…

Mina: Oke. Aku akan menerima permintaan maaf. Aku menerima permintaan maaf itu.

Jimin: Maafkan aku, maafkan aku.

Mina: Oke, Unnie. Aku juga minta maaf. Aku juga menyesal karena telah bersikap gila. Aku akan berhenti menyebut ayahku juga. Maaf, Ayah.

Jimin: Kami minta maaf.

Hyejeong: Seperti yang aku katakan sebelumnya, ini salah semua orang.

Minah : Maaf. Aku minta maaf untuk semuanya, jadi semuanya tolong keluar dari rumahku sekarang. Aku akan menerima permintaan maaf. Aku menerima permintaan maaf Jimin unnie. Semuanya baik-baik saja sekarang, bukan?

Choa: Mina.

Mina: Aku rasa aku bisa gila.

Chanmi: Bagaimana kami bisa pergi dengan tenang.

Mina: Aku juga akan berusaha sekuat tenaga. Aku akan mencoba untuk melupakan dan memahami.

Choa: Aku juga tahu betapa sensitifnya aku di masa lalu. Aku minta maaf kepada kalian semua.

Yuna: Aku rasa semuanya menjadi lebih baik sekarang karena kau telah mengungkapkan semuanya.

Minah : Iya. Aku mengungkapkan banyak hal. Sebagian sudah dikeluarkan. Aku akan mencoba melakukannya mulai sekarang, dan aku harus melakukannya. Apa lagi yang bisa aku lakukan.

Mina: Dan kau (Seolhyun), berhenti menangis.

Seolhyun: Oke. Jangan khawatir tentang kami. Dan Unnie, jika kau hidup dengan dendam, maka itu adalah kerugianmu.

Choa menutup perbincangan mereka malam itu.

Choa: Kita mempunyai jadwal yang padat saat itu. Jadi kita tidak punya waktu untuk mengurus diri sendiri.

Choa: Tapi ini juga benar. Kau benar-benar orang yang berhati lembut. Dan ketika aku mengatakan sesuatu kepadamu, kau tidak mendengarkan.

Mina: Ya, kau benar.

Choa: Kau menutup telingamu.

Mina: Ya aku seperti itu. Aku sedang memperbaikinya.

Choa: Jadi aku pikir, “Dia bukan tipe orang yang suka mendengarkan”… dan jujur ​​saja aku menyerah. Tapi Jimin, ketika dia mengatakan sesuatu padamu, kamu mengikutinya dengan baik, jadi kupikir dia pikir itu benar. Meskipun sebenarnya tidak.

Minah : Iya.

Choa: Dan kau tidak senang dengan hal itu. Itu menjadi masalah karena kita tidak terlalu berusaha.

Mina: Aku juga harus berusaha lebih keras. Aku harus meluruskan kepalaku sekarang. Kalian datang ke rumah ku, berbicara, meminta maaf, dan menangis.

Seorang anggota: Bahkan Seolhyun yang mempunyai waktu tersulit pun meminta maaf.

Seolhyun: Tidak, tidak.

Mina: Ya, wajahmu semakin kecil. Apakah jadwalmu masih padat?

Seolhyun: Ya, aku sedang syuting drama.

Choa: Jangan posting di Instagram lagi, oke?

Minah: Tentu saja.

Choa: Ketika aku berpikir tentang saat aku lepas kendali dan sering memposting, aku merinding. Nanti, kau akan merasa malu karenanya.

Mina: Aku sudah merasa malu.

Setelah bertemu dengan Mina, Jimin menuliskan permintaan maafnya di Instagram. Mina lalu mengunggah postingan di Instagram dan membantah kalau Jimin telah meminta maaf kepadanya. Jimin lalu memutuskan untuk keluar dari AOA dan berhenti dari industri hiburan pada hari itu. (www.kpopchart.net)

More in:Featured

Log In

Or with username:

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.