Idol & Celeb

JYP Beri Penjelasan Soal Gugatan Terhadap Netizen yang Ngaku Sebagai Korban Bullying Lia ITZY

JYP Entertainment memberikan pernyataan yang lebih rinci terkait gugatan yang diajukan kepada netizen yang mengaku sebagai korban bullying Lia ITZY.

Sebelumnya polisi menyatakan bahwa mereka telah menolak gugatan yang diajukan kepada netizen yang mengaku sebagai korban bullying Lia, karena kurangnya bukti.

Menanggapi hal itu, pihak JYP Entertainment mengaku tidak terima dengan hasilnya dan mereka berencana untuk meminta penyelidikan ulang terkait kasus tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh pihak agensi JYP Entertainment dalam pernyataan terbarunya:

“Halo, ini JYP Entertainment.

Kami ingin memberi tahu kalian soal posisi agensi terkait liputan media mengenai artis kami, Lia. Tuduhan pertama bukan terhadap A sebagai korban kekerasan di sekolah, melainkan terhadap postingan dan komentar yang dinilai jahat, termasuk postingan A.

Artikel yang dikutip diposting di forum internet selama lebih dari 2 tahun sejak 2018, dan kami tidak tahu siapa pengunggah aslinya. Mereka juga tidak secara khusus mengeluhkan kekerasan di sekolah. Agensi beroperasi pada sistem yang secara teratur mengambil tindakan hukum terhadap postingan jahat berdasarkan laporan penggemar dan pemantauan postingan. Dalam proses ini, pasal-pasal tersebut juga menjadi subjek dari proses hukum yang dilakukan pada Desember 2020.

Selama penyelidikan polisi, ditemukan bahwa 4 dari 5 postingan di atas ditulis oleh orang yang sama dengan username yang berbeda, dan 1 postingan lainnya ditulis oleh orang lain. Namun, saat polisi sedang menyelidiki kasus tersebut pada bulan Februari tahun ini, postingan di forum Internet lainnya diposting oleh orang yang diyakini sebagai penulis postingan di atas, menyatakan bahwa mereka sedang diselidiki oleh polisi. Penulis dan temannya mengeluh tentang diintimidasi di sekolah, tetapi setelah itu seorang teman yang memposting artikel di forum internet yang sama mengatakan bahwa ia tidak menganggap insiden itu sebagai kekerasan sekolah dan menganggapnya bukan masalah besar. Orang yang memposting artikel asli juga memposting dan menghapus artikel tersebut berulang kali.

Setelah perwakilan hukum menyampaikan pengaduan dan mengambil tindakan hukum atas nama Lia, polisi mengajukan tuntutan terhadap kedua pengunggah postingan tersebut. Namun, melalui wawancara dengan media, polisi membatalkan dakwaan terhadap penulis postingan, dengan menyatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa konten tersebut salah dan juga tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa konten tersebut benar. Dengan kata lain, tuntutan dicabut bukan berarti Lia mengaku melakukan kekerasan di sekolah. Oleh karena itu, artis dan perusahaan berencana untuk mengajukan keberatan ke polisi dan meminta penyelidikan ulang atas pencemaran nama baik dengan fakta palsu. Baik artis maupun agensi ingin kebenaran terungkap melalui penyelidikan yang lebih mendalam.

Ini karena kami percaya bahwa seharusnya tidak ada korban yang diperlakukan tidak adil, tetapi pada saat yang sama, tidak boleh ada korban dari informasi yang tidak benar atau terdistorsi,” tegas agensi. (www.kpopchart.net)