Anggota JBJ95 mengajukan gugatan pemutusan kontrak mereka terhadap agensi Star Road Entertainment.

Menurut laporan pada hari Selasa (14/04), Takada Kenta dan Kim Sang Kyun mengajukan berkas gugatan terhadap agensi Star Road Entertainment melalui Pengadilan Distrik Barat Seoul.

Keduanya meminta pemutusan kontrak dan merincikan alasan pembatalan kontrak, seperti kelalaian dalam manajemen yang menyebabkan kesulitan dalam mengatur jadwal mereka.

Kabarnya, seluruh staf termasuk manajer, telah meninggalkan agensi karena gaji mereka yang tidak dibayar.

 

Anggota JBJ95 juga dikabarkan menanggung seluruh biaya akomodasi mereka, termasuk biaya transportasi.

Perwakilan dari Star Road Entertainment kemudian menyatakan, “Kami mohon maaf atas gugatan yang diajukan saat perusahaan sedang dalam masalah. Tidak ada manajer yang bertanggung jawab. Manajer di perusahaan ada di sana, tetapi staf meninggalkan perusahaan, jadi eksekutif juga ikut mengatur jadwal JBJ95”.

“Pihak tim produksi bersedia mempersiapkan staf untuk para anggota saat mereka syuting, tetapi para anggota menolak untuk melakukannya dan langsung merekrut staf sendiri”.

“Perusahaan telah menjadwalkan beberapa acara untuk mengatasi masa-masa sulit, tetapi anggota JBJ95 menolaknya. Tidak masuk akal rasanya mengajukan gugatan seperti itu di tengah masa sulit yang sedang dilalui agensi”.

Anggota JBJ95 juga berkomentar, “Kami minta maaf karena membuat orang-orang khawatir melalui masa-masa sulit selama COVID-19. Kami dengan tulus berterima kasih kepada para penggemar yang telah membuat JBJ95 menjadi mungkin dan memberi kami dukungan dan cinta serta staf yang selalu memberikan bantuan besar kepada kami. Kami berharap dapat menyambut kalian dengan imej yang lebih dewasa”, ungkap anggota.

Sebelumnya agensi Star Road Entertainment juga sempat digugat karena tidak mampu membayar biaya produksi acara fan meeting online. (www.kpopchart.net)