Para penggemar TWICE bersatu padu menggelar aksi untuk menaikkan tagar #ProtectTWICE.

Bermula ketika media Kookmin Ilbo mengungkap sebuah grup chat yang disebut sebagai ‘Slave Room’, yang kabarnya dibuat oleh seorang pria asal Amerika.

Melalui grup chat tersebut, pria Amerika ini mengumpulkan netizen yang pernah memberikan komentar hujatan kepada girl group IZ*ONE.

Ia menciptakan sebuah sistem untuk memperbudak para hater IZ*ONE, dengan mengambil data pribadi mereka dan mengancam akan menyebarkannya jika mereka tidak menuruti kemauannya. Mirip dengan kasus ‘Nth Room’ yang menggemparkan Korea Selatan beberapa waktu lalu.

 

Sebuah akun Twitter dengan username @_LightOfDawn_ kemudian membeberkan bahwa pria Amerika tersebut tidak hanya memperbudak para hater IZ*ONE tersebut untuk melakukan patroli komentar jahat terhadap IZ*ONE di internet, tetapi juga meminta mereka untuk menyebarkan rumor palsu terhadap girl group lain seperti TWICE dan NiziU.

Alhasil, para penggemar TWICE berbondong-bondong menaikkan tagar #ProtectTWICE dan #ListenToUs_JYPE, serta meminta pihak JYP Entertainment untuk melakukan tindakan yang tegas terhadap pria Amerika tersebut.

Mengenai tindakan yang dilakukan oleh pria Amerika tersebut, pengacara Cho Hee Yeon mengatakan, “Ia bisa dituntut atas pemerasan dan pemaksaan. Melihat dirinya juga membocorkan informasi pribadi korban, ia bisa dituntut atas pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi. Karena banyak yang telah menjadi korbannya, ia kemungkinan akan menerima hukuman yang lebih berat jika dibawa ke pengadilan,” ungkap sang pengacara. (www.kpopchart.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *