Pakaian perawat yang dikenakan oleh Jennie BLACKPINK pada MV terbaru ‘Lovesick Girls’ belakangan tengah menjadi perbincangan panas karena menyeret serikat pekerja kesehatan dan medis.

Sebelumnya potongan adegan dari MV ‘Lovesick Girls’ BLACKPINK yang dirilis pada tanggal 2 Oktober lalu itu memang sempat memicu protes netizen, yang ditujukan kepada coordi/penata busana yang menentukan pakaian yang akan digunakan oleh para member untuk syuting.

Masalah ini semakin membesar setelah pihak serikat pekerja kesehatan dan medis di Korea pada Senin (05/10) kemarin mempermasalahkan potongan adegan dengan berkomentar,

Dalam video musik dari YG Entertainment berjudul ‘Lovesick Girls’, salah satu member berpakaian seperti perawat. Ini sangat jauh dari pakaian perawat pada saat ini, mulai dari topi, rok ketat dan pendek, dan high heels berwarna merah. Ini adalah kostum yang semakin meningkatkan objektifikasi seksual perawat.

 

Sehari setelahnya pihak YG Entertainment kemudian memberikan klarifikasi dengan berkomentar sebagai berikut,

Pertama, kami mengungkapkan rasa hormat kami yang dalam kepada perawat yang selalu berada di sisi pasien dan berjuang di garis depan. ‘Lovesick Girls’ adalah sebuah lagu yang mempertanyakan mengapa kita terus menemukan cinta ketika kita terluka olehnya sambil juga menyampaikan pesan yang penuh harapan.

Dalam video musik ‘Lovesick Girls’, adegan dengan perawat dan pasien mencerminkan lirik, “Tidak ada dokter yang bisa membantu saat aku mabuk cinta.”¬†Tidak ada niat khusus untuk itu, tetapi kami prihatin tentang pandangan yang menyimpang.

Kami meminta kalian untuk menganggap video musik sebagai genre seni independen, dan kami akan sangat menghargai jika kalian dapat memahami bahwa setiap adegan dibuat dengan tujuan yang tidak lain selain untuk mengekspresikan musiknya.

Tim produksi saat ini sedang mempertimbangkan dan mendiskusikan apakah adegan tersebut harus diedit.” (www.kpopchart.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *