Seorang presenter asal Inggris menuai pro dan kontra setelah menyebut BTS tidak penting.

Kontroversi bermula ketika jurnalis Anne McElvoy dari media The Economist membalas cuitan media Reuters tentang pidato BTS di Sidang Umum PBB ke-75 dengan komentar “Tolong jangan.”

Setelah mendapatkan banyak kritikan dari ARMY, Anne McElvoy langsung menyampaikan permintaan maafnya dengan menuliskan, “Cuitanku barusan hanya bercanda dan aku minta maaf karena sudah membuat kesalahpahaman. Aku minta maaf.”

Cuitan tersebut kemudian dibalas oleh Stephen Polard yang menuliskan, “Ya ampun balasan cuitan ini. Harus tetap ingat, Twitter bukanlah kehidupan nyata.”

 

Presenter Anne Hegerty lalu membalas cuitan tersebut dengan berkomentar, “Semua ini adalah tentang boy band Korea kecil yang pada dasarnya tidak penting?”

Sontak cuitan tersebut langsung menuai kontroversi di kalangan ARMY, yang berbondong-bondong memberikan kritikan kepadanya.

Menanggapi kontroversi ini, netizen Korea di situs Naver berkomentar:

“Sekarang ia dalam masalah besar,”

“Ia terlalu terkurung dalam superioritas kulit putih,”

“Apakah nenek ini tidak sadar kalau waktu berubah? Ia hanya bisa menyebut negaranya lebih baik daripada yang lain karena leluhurnya tetapi tidak menyadari kalau mereka masih terjebak di masa lalu yang konservatif dengan melayani seorang ratu. Apakah ia benar-benar berpikir kekuatan negaranya akan bertahan selama itu? Ckckck,”

“Oh, ia akan mendapatkan masalah yang besar karena komentar itu, hahaha. Sepertinya ia cuma ingin dapat perhatian,”

“Sepertinya ia mencoba menarik perhatian dengan menyerang grup yang menjual habis tiket konser di Stadion Wembley. Cara terbaik untuk menghadapi orang seperti ini adalah dengan tidak memberinya perhatian,” dan beragam komentar sinis lainnya. (www.kpopchart.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *