Selain menghasilkan karya yang terus mencetak prestasi dan dinikmati oleh para penggemarnya, BTS secara tak langsung juga ikut berkontribusi untuk negara.

Pada tanggal 7 September, Pusat Penelitian Industri Budaya Institut Kebudayaan dan Pariwisata Korea Selatan mengungkapkan pernyataan bahwa lagu terbaru BTS, ‘Dynamite’ diperkirakan telah menyebabkan efek ekonomi hingga pada titik 1,7 triliun won (sekitar 21,109 triliun rupiah).

Pusat penelitian menjabarkan analisis mereka tentang penjualan Big Hit Entertainment, dimana keuntungan berasal dari berbagai lini, mulai dari ekspor impor, peningkatan ekspor merchandise seperti kosmetik, makanan, pakaian dan lainnya.

Dampak keuntungan yang dirasakan Korea Selatan ini tidak termasuk di bidang pariwisata, mengingat pandemi COVID-19.

 

Dalam proses penghitungan skala penjualan langsung, kami mengeluarkan keuntungan dari tur konser setelah mempertimbangkan kenyataan bahwa konser offline tidak mungkin, dan kami menerapkan keuntungan dari konser online. Jika kami memperhitungkan menarik turis asing dan konser offline, dan jika kami juga mempertimbangkan efek sinergis dari tren pada imej dan merek bangsa, efek ekonominya akan lebih besar,” ungkap salah satu narasumber dari pusat penelitian.

Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Park Yang Woo juga menambahkan, “Hasil yang sebenarnya dicapai BTS jauh melebihi angka ini. Mereka tidak hanya memberikan semacam penyembuhan untuk orang-orang di seluruh dunia yang menderita COVID-19, tetapi mereka juga menjadi kebanggaan budaya Korea Selatan sekali lagi.

Seperti yang diketahui, BTS telah mencetak berbagai prestasi hanya dengan single ‘Dynamite’, dimana lagunya ini berhasil menjadi lagu K-Pop pertama yang menempati peringkat teratas pada chart ‘Hot 100’ Billboard, yang mana rekor tertinggi yang pernah dicapai sebelumnya dipegang oleh PSY dengan mega hits ‘Gangnam Style’ yang menempati peringkat kedua pada tangga lagu yang sama. (www.kpopchart.net)