Drama & MovieExclusive

REVIEW: ‘Cinta Itu Buta’, Film Indonesia yang Menyorot Keindahan Kota Busan

Tak lama lagi film ‘Cinta Itu Buta’ akan segera ditayangkan di seluruh bioskop di Indonesia.

‘Cinta Itu Buta’ merupakan adaptasi dari film Filipina berjudul ‘Kita-Kita’. Namun berbeda dari ‘Kita-Kita’ yang mengambil lokasi di Jepang, ‘Cinta Itu Buta’ mengambil lokasi di kota Busan, Korea Selatan.

Film ini dibintangi oleh seorang stand up comedian asal Indonesia, Dodit Mulyanto, kemudian aktris cantik tanah air, Shandy Aulia, serta aktor asal Korea Selatan, Chae In Woo. Diproduseri oleh Marsio Juwono dan disutradarai oleh Rachmania Arunita, yang juga dikenal sebagai penulis novel ‘Eiffel – I’m in love’.

Pada 7 Oktober 2019 kemarin tim Kpop Chart berkesempatan untuk menyaksikan film ‘Cinta Itu Buta’ lebih cepat dari yang dijadwalkan melalui event Special Screening yang diselenggarakan di XXI EPICENTRUM.

Pada fase pertama film, kita akan diperkenalkan dengan karakter Diah (Shandy Aulia) dan Nik (Dodit Mulyanto’ yang masing-masing mengalami patah hati hebat.

Nik yang ingin move on dari mantan kekasihnya kemudian memutuskan untuk berangkat ke Busan, Korea Selatan. Di sanalah ia kemudian bertemu dengan Diah, yang bekerja sebagai seorang tour guide.

Kisah seru dari film ‘Cinta Itu Buta’ akan mulai terasa saat Nik dan Diah mulai berinteraksi, ketika Diah sudah mengalami kebutaan sementara usai diputuskan oleh tunangannya. Guyonan-guyonan yang dilontarkan oleh Nik selama berusaha mendekati Diah dipastikan akan dapat membuat para penonton di studio tertawa terbahak-bahak.

Tidak hanya kisah antara Nik dan Diah yang romantis, selama film berlangsung mata penonton juga akan dimanjakan dengan keindahan kota Busan. Mulai dari pemandangan di jalanan kota, hingga di berbagai lokasi wisata.

Dalam sesi tanya jawab pada acara konferensi pers film ‘Cinta Itu Buta’, Rachmania Arunita menjelaskan alasannya memilih Korea Selatan dan khususnya kota Busan. Ia mengatakan “Korea dipilih karena saat ini apa saja yang berasal dari Korea sedang menjadi tren di Indonesia, sehingga banyak orang yang akan relate. Pemilihan kota Busan juga karena tempatnya yang unik dan masih jarang dipakai film lain.”

Mengenai perbandingan plot film ‘Cinta Itu Buta’ dan ‘Kita-Kita’, sang sutradara menjelaskan, “Film ‘Cinta Itu Buta’ memang adaptasi dari film ‘Kita-Kita’, jadi pasti sebagian besar alur diselaraskan dengan film ‘Kita-Kita’. Cuma yang harus diperhatikan, film ‘Cinta Itu Buta’ adalah film adaptasi dan bukan remake, jadi pasti ada improvisasi pada film ‘Cinta Itu Buta’ tanpa merusak alur dari film ‘Kita-Kita’.”

Akhir kata, ‘Cinta Itu Buta’ adalah sebuah film komedi romantis yang ringan dan cocok untuk disaksikan oleh seluruh kalangan. Melalui film ini kamu juga dipastikan akan dapat melihat kolaborasi yang unik antara budaya Indonesia dan Korea, serta pemandangan indah di kota Busan yang pastinya akan memanjakan mata kita semua.

Film ‘Cinta Itu Buta’ bisa disaksikan di seluruh bioskop Indonesia mulai 10 Oktober 2019 mendatang. (www.kpopchart.net)

Leave your vote

0 %

Log In

Or with username:

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.