Seorang selebriti wanita populer di Korea Selatan dikabarkan sering menggunakan obat bius secara ilegal.

SBS secara eksklusif melaporkan adanya penyalahgunaan obat bius jenis Propofol yang dilakukan oleh beberapa pengunjung klinik bedah plastik, di antaranya ialah selebriti terkenal ‘A’, cucu dari keluarga konglomerat, hingga masyarakat biasa.

Menurut saksi mata Kim yang pernah bekerja di klinik bedah plastik di Seoul selama 2 tahun, “Ada sekitar 5-6 orang yang datang dalam sehari. Salah satunya selebriti yang masih aktif sampai sekarang, kemudian cucu dari konglomerat, dan masyarakat biasa. Kami biasanya menyuntikkan mereka Propofol dalam dosis yang tepat, agar mereka bisa tetap terjaga.”

“Kami tidak akan memberikan mereka dalam jumlah yang banyak sampai mereka tertidur, tapi kami memberikannya secara terus menerus. Aku ingat ‘A’ pernah mendapatkan jumlah suntikan yang banyak.”

SBS kemudian mengunjungi klink bedah plastik yang disebutkan oleh saksi mata, dan mereka menemukan foto selebriti ‘A’ di dinding klinik tersebut. Ketika ditanyakan apakah ‘A’ adalah pelanggan di klink tersebut, seorang staf mengatakan, “‘A’ adalah pelanggan tetap, ia bahkan datang hari ini.”

Namun saat dihubungi oleh pihak SBS, selebriti ‘A’ membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan, “Memang benar kalau aku mendapatkan suntik bius di klinik yang aku kunjungi agar aku bisa tertidur saat menjalani perawatan, tapi aku tidak pernah meminta mereka untuk terus menyuntikkannya atau menyalahgunakan Propofol.”

Selain saksi mata Kim, seorang dokter yang pernah bekerja di klinik tersebut juga mengaku bahwa mereka memang sering menyalahgunakan Propofol pada pasiennya. “Aku sudah melakukan hal yang salah. Sebagai seorang dokter, aku seharusnya tidak boleh menyuntikkan Propofol secara ilegal,” ungkap sang dokter yang identitasnya tidak disebutkan.

Untuk saat ini masih belum diketahui siapa identitas selebriti wanita populer ‘A’ yang dimaksudkan oleh program berita SBS tersebut. (www.kpopchart.net)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *