Agensi BigHit Entertainment memberikan pernyataan mereka mengenai masalah yang terjadi pada acara fan meeting BTS di Busan.

Pada hari Sabtu (15/06) kemarin, BTS menggelar acara fan meeting yang bertajuk ‘Muster’ di Stadion Asiad Busan.

Namun sekitar 100 orang penggemar pada saat itu tidak diperbolehkan masuk, karena identitas mereka yang tidak sama dengan nama yang tertera pada tiket.

Kebanyakan dari penggemar yang tidak diperbolehkan masuk ialah anak-anak sekolah yang belum mempunyai KTP, sehingga mereka harus membeli tiket melalui orang tuanya.

Jika tiket dibelikan oleh orang tua, maka para penggemar ini diwajibkan untuk membawa Kartu Keluarga. Meskipun banyak penggemar yang sudah membawa dokumen tersebut, mereka tetap tidak diperbolehkan masuk.

Alhasil terjadi sebuah keributan di luar stadion, sebagaimana para penggemar dan orang tua ini meneriakkan, “Bukan pintunya!” sebagai bentuk aksi protes.

Menanggapi insiden tersebut, pihak BigHit Entertainment menyampaikan, “Kami melakukan pengecekan tiket yang ketat untuk menjegah penjualan tiket kembali. Pengecekan identitas ini sebelumnya sudah diumumkan melalui website tempat tiket dijual, fan cafe BTS, dan sosial media,” tegas agensi.

Selain itu beberapa oknum penggemar juga mengaku mendapatkan pelecehan seksual dari petugas di acara fan meeting tersebut, namun pihak BigHit Entertainment langsung membantah karena tidak ada bukti yang menunjukkan adanya tindak pelecehan seksual. (www.kpopchart.net)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *