Rapper San E belakangan ini menjadi perbincangan panas di kalangan masyarakat Korea Selatan.

Kontroversi bermula ketika San E merilis sebuah lagu berjudul ‘Feminist’, yang menyinggung para kaum feminisme di Korea Selatan.

Lagu tersebut langsung memicu kontroversi yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Korea Selatan.

San E bahkan mendapatkan sindiran dari para selebriti dan rapper yang dengan sengaja merilis lagu ‘diss track’ untuknya. Di lain sisi, San E mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat Korea Selatan khususnya yang berasal dari kalangan pria.

 

Hal itu membuat San E sering dituduh sebagai seorang misoginis, sebutan untuk kaum yang membenci para wanita atau anak-anak perempuan.

Setelah menjadi pemberitaan di mana-mana, San E kemudian mengunggah video terbaru melalui channel Youtube miliknya. Video tersebut berjudul ‘SBS Memfitnah San E Sebagai Misoginis… Berhentilah Mengkambing Hitamkan Orang.’

Di dalam video tersebut San E menuduh SBS dengan sengaja memfitnah dirinya sebagai seorang misoginis. Menurutnya SBS telah mengedit beberapa video agar seolah-olah ia terlihat seperti seorang rapper misoginis.

San E juga menjelaskan bahwa yang menjadi korban dari pelecehan seksual yang sebenarnya adalah dirinya. Ia mengatakan bahwa dirinya adalah korban dari penyerangan, pelecehan seksual, saat konser sedang berlangsung.

Ketika menghadiri konser ‘Brand New Year 2018’ pada 2 Desember lalu, San E memang sempat mendapat hujatan dari penonton ketika ia naik ke atas panggung. Merasa kesal, San E kemudian melontarkan kata-kata kasarnya kepada para penonton.

Terkait insiden tersebut, agensi Brand New Music dan CEO Rhymer telah menyampaikan permintaan maaf mereka. (www.kpopchart.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *