Petisi yang dibuat untuk menghentikan iklan Black Pink di televisi Indonesia kabarnya sudah diterima oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Maimon Herawati selaku penggagas petisi, melalui akun Facebook miliknya.

Mulanya Maimon Herawati yang merupakan seorang dosen di Universitas Padjadjaran dan seorang aktivis kemanuisaan ini menuliskan di Facebook, “Sekilas info, pagi ini sudah dikirimkan teguran terkait iklan Shopee, kata KPI via Whatsapp. Nanti kami akan minta kejelasan langsung. Allahu Akbar! Hampir sampai ke lokasi. DPR RI dan KPI. Mohon doa ya.”

Selang beberapa jam kemudian, Maimon Herawati mengunggah fotonya saat sedang bertemu dengan pihak yang berwenang. Ia kembali menuliskan,

“Allahu Akbar! BERHASIL! Alhamdulillah.
Kami sudah diterima KPI dan tim bagian pengaduan mengatakan akan membawa berkas kami ke rapat rutin.

Lanjut ke DPR RI, diterima Ketua Komisi 1, Bapak Abdul Kharis. Aspirasi netizen diterima Ketua Komisi 1. Bahkan pada saat itu juga, Pak Abdul Kharis menelpon Komisioner KPI, Bu Nuning. Pak Abdul Kharis minta Komisioner memperhatikan aspirasi kami.

Bu Nuning mengatakan surat peringatan disiapkan pada tivi tivi yang memutar iklan Blackpink Shopee.

Selamat teman-teman netizen. Pesan dari Pak Abdul Kharis, jangan ragu klik website KPI dan tulis aduan dengan data lengkap: konten/iklan, jam, program, dan tivi apa.

Barakallah fiik. Semoga Allah membalas berlipat-lipat. Terus berjuang.”

Sebelumnya Maimon Herawati membuat sebuah petisi untuk menghentikan tayangan iklan Shopee yang dibintangi oleh anggota Black Pink pada stasiun televisi Indonesia. Ia beralasan bahwa iklan tersebut tidak layak tayang karena penampilan dan pakaian anggota Black Pink yang dianggap terlalu vulgar.

Sampai saat ini usulan untuk memblokir iklan Shopee tersebut masih menjadi perdebatan hangat di kalangan netizen Indonesia. Bahkan ada netizen yang membuat petisi tandingan, untuk menolak penghapusan iklan Black Pink di televisi. (www.kpopchart.net)

loading...