Netizen tanah air membuat sebuah petisi untuk memboikot iklan Black Pink dari televisi.

Para penggemar pastinya sudah mengetahui kalau belakangan ini Shopee gencar menayangkan iklan yang dibintangi oleh anggota Black Pink di televisi Indonesia.

Namun belakangan iklan tersebut malah memicu kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia, karena pakaian anggota Black Pink yang dianggap terlalu seksi dan tidak layak dipertontonkan di televisi terutama kepada penonton yang masih di bawah umur.

Kontroversi tersebut kemudian berujung pada sebuah petisi yang dibuat oleh seorang netizen Indonesia pada situs Change.org. Melalui petisi tersebut, ia meminta agar Komisi Penyiaran Indonesia melarang penayangan iklan Shopee di televisi Indonesia.

Di bawah ini adalah kutipan dari tulisan yang tercantum dalam petisi di situs Change.org:

“Sekelompok perempuan dengan baju pas-pasan. Nilai bawah sadar seperti apa yang hendak ditanamkan pada anak-anak dengan iklan yang seronok dan mengumbar aurat ini? Baju yang dikenakan bahkan tidak menutupi paha. Gerakan dan ekspresi pun provokatif. Sungguh jauh dari cerminan nilai Pancasila yang beradab.

Iklan Shopee yang menggunakan grup Korea Selatan, Blackpink ini, sering diputar pada program anak-anak. Satu film anak-anak bahkan memuat iklan ini setiap beberapa menit seperti Film Tayo di RTV, Jumat (7/12). Apa pesan yang hendak dijajalkan pada jiwa-jiwa yang masih putih itu? Bahwa mengangkat baju tinggi-tinggi dengan lirikan menggoda akan membawa mereka mendunia? Bahwa objektifikasi tubuh perempuan sah saja?

Di mana letak perlindungan KPI pada generasi penerus bangsa? Kami paham bahwa konsep watershed sulit diaplikasikan dalam jam siar di Indonesia sehingga tidak ada pembatasan kapan jam acara khusus anak, kapan acara khusus dewasa. Namun, setidaknya KPI bisa mengatur jenis iklan yang ditayangkan pada program anak-anak.

Kami menuntut KPI untuk melarang penayangan iklan Shopee dan iklan seronok lainnya di televisi Indonesia, baik pada stasiun TV yang berbayar atau tidak. Kami menuntut Shopee untuk menghentikan iklan seronok mereka pada kanal-kanal media sosial.

Kami mengimbau orangtua-orangtua Indonesia untuk melakukan hal berikut:

1.Memberikan tekanan pada KPI melalui lembar pengaduan;

2. Memboikot Shopee –sepanjang Shopee masih menggunakan iklan seronok- demi masa depan generasi selanjutnya.”

 

Sampai saat dituliskannya artikel ini, petisi tersebut sudah mendapatkan lebih dari 33 ribu tanda tangan netizen Indonesia. (www.kpopchart.net)

loading...