Dahyun TWICE menjadi idol K-Pop selanjutnya yang dikritik oleh politisi Jepang karena kaos yang digunakannya.

Baru-baru ini seorang politisi bernama Onodera Masaru mengunggah foto Dahyun ketika sedang berada di bandara pada September 2017 lalu.

Dalam foto tersebut Dahyun tampak sedang menggunakan kaos untuk mendukung comfort women, para wanita yang dijadikan sebagai budak seks pada masa penjajahan Jepang.

Sang politisi menuliskan, “BTS tidak jadi hadir di ‘Kōhaku Uta Gassen’, itu adalah berita bagus. Tapi sekarang ada berita buruk lagi. Ini adalah kaos ‘comfort women’. Hasil dari penjualan kaos ini secara tidak pantas digunakan untuk mendukung ‘comfort women’. Aku sudah melaporkan tentang hal ini kepada stasiun NHK,” tulisnya.

Sampai dituliskannya artikel ini, cuitan politisi Jepang tersebut di Twitter sudah mendapatkan lebih dari 15 ribu retweets dan 20 ribu likes.

Sebelumnya Jimin juga sempat menuai kecaman dari masyarakat Jepang setelah mengenakan kaos bergambar ledakan bom atom yang menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II. (www.kpopchart.net)