Chanyeol buka-bukaan soal ikut sertanya dalam penandatanganan petisi terkait kecelakan mobil di terowongan Seongnam.

Petisi yang dibuka oleh pemerintah Korea Selatan saat ini telah ditandatangani oleh lebih dari  163.000 orang, diposting oleh seorang putri dari korban kecelakaan ‘Seongnam’ pada awal bulan ini.

Kecelakaan yang dimaksud ini terjadi pada tanggal 21 September tahun ini, terjadi di tikungan terowongan di Seongnam, menuju Seoul, ketika sebuah mobil Kia Forte menabrak mobil Kia Soul.

Disebutkan bahwa mobil jenis Forte terdorong ke bukit di sisi jalan dengan bagian depan dan sisi kiri hancur, sementara mobil jenis Soul terdorong ke sisi sebaliknya dari jalan, jatuh ke dalam cekungan sedalam tiga meter. Pihak resmi kebakaran mengkonfirmasi bahwa kecelakaan disebabkan karena mobil Forte yang menabrak Soul, dan investigasi untuk kecelakaan ini masih terus berlanjut.

Dalam petisinya, putri dari korban yang mengalami kecelakaan di dalam mobil jenis Soul menuliskan, “Ayahku meninggalkan dunia ini secara tidak adil pada tanggal 6 November jam 4 pagi tanpa membuka mata satu kali selama 46 hari terakhir.

Petisi kemudian menekankan, “Pemeriksaan blackbox 100% membuktikan bahwa itu adalah kesalahan si penabrak [mobile Kia Forte], tetapi sampai hari ini, dia mengklaim tidak bersalah dan belum meminta maaf kepada keluarga kami. Bahkan dalam situasi ini, kami diberitahu untuk ‘datang untuk menyelesaikan [masalah]’ ,tanpa adanya bentuk hukuman atau penjara, dan aku akan menjadi gila.

Setelah menyumbangkan suaranya pada petisi mendukung pengadilan yang adil dan hukuman bagi mereka yang terlibat dalam kasus, Chanyeol juga menambahkan, “Aku dengan hormat berdoa agar dia beristirahat dalam damai. Aku percaya bahwa penjahat layak untuk dihukum dengan segala cara.” (www.kpopchart.net)