Dengan ditemani oleh pengacara, salah satu personel TheEastLight mengakui kejahatan yang dilakukan produser dan CEO agensinya.

Konferensi pers yang digelar di Choyeongrae Hall pada Jumat (19/10) siang ini, memperlihatkan sosok personel TheEastLight, Lee Seok Cheol yang didampingi pengacaranya untuk mengungkap kejahatan sang produser dan CEO.

Selama konferensi pers, Lee Seok Cheol memberikan keterangan berupa kronologi kekerasan yang dilakukan pejabat agensinya yakni produser dimana CEO Kim Chang Hwan ikut terlibat di dalamnya.

Dia mengungkapkan, “Saudaraku Lee Seung Hyun (bassist) telah dipukuli saat ditahan di studio lantai 5. Ada banyak darah. CEO menyaksikannya tetapi tidak melakukan apa-apa.

Dia lebih lanjut mengungkap bahwa selama 4 tahun terakhir, mulai dari tahun 2015, dia dan anggotanya akan dipukuli oleh tongkat baseball, pelecehan akan terjadi di mana-mana di dalam perusahaan, studio, dan ruang latihan.

Ia juga mengakui personel lainnya dipukul hingga lebih dari 50 kali di tubuh mereka dengan tongkat bisbol. Tidak hanya dibagian tubuh, beberapa kali produser juga memukuli bagian kepala dimana menurut pengakuan Seok Cheol ada begitu banyak darah selama kekerasan.

Selama menerima kekerasan tersebut, para personel TheEastLight tidak dapat lari kemanapun karena ruangan yang lebih dulu dikunci. Seok Cheol juga bercerita bahwa ketika dia tidak mengikuti instruksi atau membuat kesalahan, dia akan dicekik dengan senar gitar di lehernya.

Setelah semua ini, orang tuanya akan mengunjungi setiap minggu, tetapi mereka sangat takut menceritakan kebenaran karena ancaman kematian oleh Produser mereka. Saat ini, Seok Cheol bersama dengan saudaranya Seung Hyun sudah pindah dari asrama grup dan saat ini tinggal di suatu tempat dekat studio.

Sambil mengungkapkan fakta mengejutkan itu, Lee Seok Cheol tampak tidak dapat menahan kesedihan dan rasa traumanya hingga berlinang air mata. (www.kpopchart.net)