Polisi Korea mengungkapkan alasan mereka tidak bisa menangkap pelaku ancaman pengeboman terhadap anggota A Pink.

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, Eunji mendapatkan ancaman pengeboman ketika menghadiri konferensi pers untuk drama ‘Untouchable’.

Usai mendapatkan ancaman tersebut, Eunji buka suara di akun Instagram dan mengungkapkan kekesalannya terhadap si pelaku.

Kini giliran pihak kepolisian yang menjelaskan status penyelidikan mereka terhadap pelaku, “Diduga bahwa pelaku ancaman pengeboman di konferensi pers ‘Untouchable’ pada 21 November, adalah orang yang sama. Pelaku adalah orang Amerika-Korea yang saat ini tinggal di Kanada. Identitasnya sudah diketahui tapi ia tidak berada di rumahnya, jadi saat ini INTERPOL tengah melacak lokasinya.”

Mengenai kesulitan yang mereka alami, “Orang Amerika di Kanada melakukan kejahatan terhadap selebriti Korea. Maka kami meminta kerjasama untuk penyelidikan dari pihak Amerika Serikat dan Kanada. Namun, ini adalah situasi kompleks yang melibatkan tiga negara. Meskipun ia memiliki darah Korea, ia tidak memiliki kewarganegaraan Korea. Akan sulit untuk menghukumnya jika Kanada tidak mengirimnya ke Korea. Permintaan terus disampaikan tapi kami tidak tahu apakah polisi sudah mendekati pelaku. Investigasi juga dilakukan melalui Interpol. Walaupun kami menganggap kasus ini sebagai kejahatan serius, hal itu mungkin tidak dianggap penting di negara tersebut.”

Terakhir mereka menjelaskan, “Kasus ancaman terhadap A Pink akan bergantung pada otoritas Amerika Serikat dan Kanada yang memiliki yurisdiksi. Mengenai hal ini kami tidak bisa berbuat apa-apa. Jika kerja sama dari Amerika Serikat dan Kanada berjalan dengan baik, adalah mungkin untuk menghukum tersangka di Korea berdasarkan hukum Korea. Tingkat keparahan hukuman akan diadili oleh pengadilan di sini,” imbuhnya. (www.kpopchart.net)