Presiden Korea Selatan, Park Geun Hye pada hari ini resmi dimakzulkan dari jabatannya.

Pemakzulan tersebut ditetapkan melalui sidang paripurna yang dilangsungkan pada Jumat (09/12). Keputusan pertama kali diajukan oleh tiga partai oposisi pada 3 Desember dan keputusan yang begitu penting bagi negeri ginseng ini juga ditentukan dari pemungutan suara.

Sebanyak 300 anggota yang hadir, 299 orang memberikan suara, dan RUU pemakzulan disahkan dengan total suara 234, sedangkan 56 orang melawan, tujuh suara tidak sah, dan dua orang memilih untuk abstain. Sesuai dengan Pasal 65, Ayat 2 Konstitusi Korea, RUU pemakzulan membutuhkan dua pertiga dari 300 orang (200 orang) untuk dinyatakan lolos.

Park Geun Hye akan segera kehilangan otoritasnya sebagai Presiden Korea Selatan setelah menerima salinan RUU pemakzulan Majelis Nasional sebagaimana yang telah ditetapkan oleh konstitusi.

 

Setelah mereka menerima salinan resmi dari RUU, Mahkamah Konstitusi akan mulai ajudikasi mereka dari proses pemakzulan. Putusan ini harus dilalui dalam waktu enam bulan, yang berarti suspensi Presiden Park Geun Hye akan berlangsung hingga 6 Juni 2017 mendatang.

Pemberhentian Park Geun Hye ini tidak terlepas dari kontroversi yang melibatkan dirinya dan Choi Soon Shil yang diduga berkomplot dalam menjalankan pemerintahan. (www.kpopchart.net)