Yang Hyun Suk mengomentari soal rencana wajib militer anggota Big Bang.

Tahun 2016 menjadi tahun yang spesial bagi YG Entertainment, karena pada tahun ini agensi K-Pop raksasa ini telah menginjakkan usia mereka yang ke-20 tahun, sekaligus ulang tahun Big Bang yang ke-10.

Bicara soal perjalanan agensinya, “Kami bekerja seperti angsa. Dari luar kami terlihat begitu mentereng, tapi di balik semua itu, kami selalu bekerja keras. YG punya perkembangan yang mulus tanpa kemerosotan. Aku tidak pernah berpikir untuk bisa dua kali lebih baik dari tahun lalu. Aku hanya ingin menjalankan agensi dengan cara yang aman.”

Mengenai rahasia di balik perkembangan YG Entertainment yang begitu pesat, “Aku cepat merasa bosan ketika sesuatu tidak berubah. Aku membangun YG dengan mindset itu. Ketika Fin.K.L dan S.E.S populer, aku mendebutkan Big Mama, sebuah grup yang fokus dengan vokal.”

“Saat mendebutkan Big Bang, aku mendengar banyak kritikan. Aku menyebut mereka idol, tapi orang-orang bertanya apakah ada yang salah dengan mataku. Begitu juga dengan Black Pink, mereka adalah grup cantik yang menyuguhkan musik YG. Ini hal yang baru kan?” tutur bos YG Entertainment ini.

Terakhir ia menyinggung soal rencana wajib militer Big Bang, “Album ‘Made’ Big Bang tahun lalu adalah sebuah album yang mereka rilis setelah tiga tahun, dan album ini mendapatkan popularitas global yang begitu besar. Kalau¬†Big Bang masih muda, tentu saja aku akan merasa khawatir (jika mereka masuk wajib militer), tapi mereka berbeda. Mereka tidak akan menghilang jika mereka muncul kembali setelah menjalani waijb militer. Sama seperti seorang aktor yang baru selesai menjalani wajib militer, aku percaya mereka akan menjadi dewasa, dan bisa membuat musik yang sesuai pada masanya,” imbuhnya. (www.kpopchart.net)